Setahun Disuspensi, Saham Produsen Kapas Ini Terancam Delisting dari BEI

Dinar Fitra Maghiszha ยท Kamis, 25 Agustus 2022 - 18:17:00 WIB
Setahun Disuspensi, Saham Produsen Kapas Ini Terancam Delisting dari BEI
Berbagai produk kapas kosmetik dan medis dari PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS). (Foto: dok Cottonindo)

JAKARTA, iNews.id -  Saham produsen kapas kosmetik dan medis, PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS), terancam mengalami delisting (penghapusan pencatatan) dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini disebabkan saham KPAS telah dihentikan sementara (suspensi) perdagangannya selama setahun.

Dalam pengumuman kepada publik, BEI menyatakan masa suspensi saham emiten manufaktur kosmetik itu telah memasuki 12 bulan per 24 Agustus 2022. Diketahui, BEI dapat melakukan delisting apabila suspensi saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai telah melewati 24 bulan.

"Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka per tanggal 24 Agustus 2022 perdagangan saham Perseroan telah disuspensi selama 12 bulan dan masa suspensi akan mencapai 24 bulan pada 24 Agustus 2023," tulis BEI dalam pengumumannya, dikutip Kamis (25/8/2022).

Sebelumnya, BEI telah menggembok saham KPAS dan warannya (KPAS-W) di seluruh pasar sejak sesi kedua perdagangan pada 24 Agustus 2021. Keputusan ini diambil lantaran terdapat laporan informasi dan fakta material terkait penonaktifan operasional sementara produksi perseroan akibat pandemi Covid-19.

"Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan adanya indikasi permasalahan pada kelangsungan usaha Perseroan," bunyi pengumuman BEI, pada 24 Agustus 2021. 

Tercatat di papan pengembangan, Cottonindo Ariesta listing di bursa pada 5 Oktober 2018. Perusahaan bergerak dalam industri kapas wajah modern

"Kami memproduksi kapas wajah untuk penggunaan pribadi, kapas medis untuk rumah sakit, produk cottonbud dan bahan setengah jadi untuk keperluan industri, seperti bahan kapas katun yang telah diputihkan dan serat kapas," tulis perseroan dalam situs resminya.

Berdasarkan komposisi pemegang saham per 30 September 2021, masyarakat/publik menggenggam saham KPAS total sebanyak 272.242.963 atau 35,45 persen saham, yang notabene terbanyak dari total yang disetor perseroan. 

Sedangkan posisi kedua ditempati Marting Djapar sebesar 27,99 persen, Jeanny Ariestina Halim 15,03 persen, Drs Hendy Ligiono 8,52 persen, Stela, dan Albert Yan Katili masing-masing 6,51 persen.

Editor : Jeanny Aipassa

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda