SKK Migas Temukan Cadangan Minyak di Natuna

Djairan ยท Senin, 14 September 2020 - 18:07 WIB
SKK Migas Temukan Cadangan Minyak di Natuna

SKK Migas bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco EP Natuna menemukan tambahan cadangan minyak dan gas. (Foto: Sindonews)

JAKARTA, iNews.id - Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco EP Natuna menemukan tambahan cadangan migas. Penemuan ini melalui pengeboran Sumur Eksplorasi Terubuk-5 yang berlokasi di Wilayah Kerja South Natuna Sea B.

Plt Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Susana Kurniasih mengungkapkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sangat baik dalam meningkatkan produksi migas di masa mendatang.

"Dari ketiga hasil interval well testing, Sumur Deliniasi Terubuk-5 terbukti mengalirkan hidrokarbon berupa minyak dan gas," ujar Susana di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Ketiga interval yang dimaksud diperoleh dari hasil tes dengan rincian, data untuk DST#1 sebesar 2.287 barel minyak per hari (BOPD), lalu DST#2 berupa gas sebesar 19 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), sedangkan DST#3 gas sebesar 13,89 MMSCFD serta 304,1 barel kondensat per hari (BCPD).

Dia menyebutkan, pengeboran tersebut merupakan salah satu hasil dari aplikasi strategi SKK Migas, yaitu percepatan Resource to Production yang telah direncanakan. Itu merupakan upaya SKK Migas mempercepat proses penemuan cadangan migas ke tahap produksi, dalam merealisasikan visi produksi 1 juta BOPD minyak dan 12.000 MMSCFD gas pada 2030.

"Struktur Terubuk merupakan salah satu undeveloped discovery, di mana potensi migas di area ini pertama kali ditemukan pada 1972 oleh KKKS Conoco Phillips Indonesia. Sudah dilakukan beberapa kali pengeboran sumur appraisal hingga 2000, namun karena dinilai belum ekonomis maka tidak berlanjut ke fase pengembangan lapangan," katanya.

Untuk saat ini, hasil temuan tersebut sedang dievaluasi SKK Migas untuk berlanjut ke tahapan pengembangan lapangan. Sumur Deliniasi sendiri merupakan sumur yang dibor setelah sumur taruhan (wildcat), bertujuan mendapatkan lebih rinci karakteristik reservoir hingga kemungkinan batas keberadaan migas.

"Seperti arahan bapak Kepala SKK Migas, kita harus mempercepat semua cadangan menjadi produksi," kata Susana.

Keberhasilan Medco EP Natuna menemukan tambahan cadangan migas menunjukkan potensi hulu migas di Indonesia masih prospektif. Mengingat di tengah pandemi Covid-19, menunjukkan industri hulu migas terus bergerak, dengan SKK Migas dan KKKS terus melaksanakan berbagai langkah agar tetap dapat beroperasi dan menemukan cadangan migas meski ada keterbatasan operasional akibat Covid-19.    

Editor : Dani Dahwilani