Sri Lanka Akan Jual Maskapai Nasional dan Cetak Uang demi Stabilkan Keuangan Negara
Dia berjanji mengumumkan anggaran bantuan baru untuk menggantikan anggaran pembangunan Presiden Gotabaya Rajapaksa, yang memicu tingkat inflasi tercepat di Asia. Kabinet akan mengusulkan agar parlemen meningkatkan batas penerbitan RUU Perbendaharaan menjadi 4 triliun rupee dari 3 triliun rupee.
Penunjukan Wickremesinghe pekan lalu menyusul bentrokan keras antara pendukung pemerintah dan pengunjuk rasa yang menuntut pengunduran diri Rajapaksa. Dia belum menunjuk seorang menteri keuangan untuk memimpin pembicaraan bailout dengan Dana Moneter Internasional (IMF), dan sedang mencari pinjaman dari negara-negara termasuk India dan China. Tetapi tidak jelas apakah pemerintah akan mendapatkan uang tunai tanpa kabinet lengkap.
Sri Lanka mengalami gagal bayar (default) utang karena masa tenggang pada dua obligasi asing yang belum dibayar berakhir pada Rabu pekan lalu. Ini menjadi pukulan terbaru ke negara yang diguncang oleh penderitaan ekonomi dan kerusuhan sosial.
Editor: Jujuk Ernawati