Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Lacak Asal-usul Aset Ridwan Kamil yang Belum Dilaporkan ke LHKPN
Advertisement . Scroll to see content

Swiss Bebaskan Beberapa Aset Rusia yang Dibekukan

Jumat, 13 Mei 2022 - 08:04:00 WIB
Swiss Bebaskan Beberapa Aset Rusia yang Dibekukan
Pemerintah Swiss melaporkan aset Rusia yang dibekukan mencapai 6,3 miliar franc Swiss. Angka ini menurun setelah 3,4 miliar franc aset sudah dibebaskan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

ZURICH, iNews.id - Pemerintah Swiss melaporkan aset Rusia yang dibekukan mencapai 6,3 miliar franc Swiss atau 6,33 miliar dolar AS di bawah sanksi imbas invasi negara tersebut ke Ukraina. Nilai ini mengalami penurunan dibanding awal April karena sekitar 3,4 miliar franc aset yang diblokir sementara sudah dibebaskan.

Dikutip dari Reuters, pada 7 April 2022, pemerintah Swiss melaporkan pembekuan aset Rusia di negaranya sekitar 7,5 miliar franc Swiss. Pejabat senior di Badan Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO) Erwin Bollinger menunjuk ke lebih sedikit dana yang baru dibekukan senilai 2,2 miliar franc dibanding dana yang telah dibebaskan.

“Kami tidak dapat membekukan dana jika kami tidak memiliki alasan yang cukup,” ujar Bollinger kepada wartawan dikutip, Jumat (13/5/2022).

Tekanan telah meningkat di Swiss, tujuan populer bagi elit Moskow dan tempat penyimpanan kekayaan Rusia, untuk lebih cepat mengidentifikasi dan membekukan aset ratusan orang Rusia yang terkena sanksi.

Komisi Helsinki AS, sebuah komisi independen yang didanai pemerintah yang menangani masalah keamanan, kerja sama dan hak asasi manusia di Eropa, pada awal Mei menyebut Swiss sebagai pemegang peran utama diktator Rusia Vladimir Putin dan kroni-kroninya. Komisi itu juga menyebut Swiss menggunakan undang-undang kerahasiaan untuk menyembunyikan dan melindungi hasil kejahatan negara tersebut.

Pemerintah Swiss menolak tuduhan itu. Sementara Presiden Swiss Ignazio Cassis telah meminta pemerintah AS segera mengoreksi kesan menyesatkan ini dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Bank Swiss diketahui menyimpan hingga 213 miliar dolar AS kekayaan Rusia, dengan dua pemberi pinjaman terbesarnya UBS dan Credit Suisse yang masing-masing memegang puluhan miliar franc untuk klien Rusia yang kaya.

Credit Suisse sendiri membekukan sekitar 10,4 miliar franc Swiss dari uang itu hingga Maret di bawah sanksi yang dikenakan sehubungan dengan invasi. Laporan Credit Suisse tidak menjelaskan berapa banyak uang yang dibekukan di Swiss.

Sementara bank dan manajer aset untuk sementara dapat membekukan dana, pejabat SECO pada hari Kamis mengatakan dana perlu dikeluarkan jika mereka tidak dapat menetapkan aset tersebut dimiliki atau dikendalikan secara langsung oleh individu yang terkena sanksi.

"Jumlah aset yang dibekukan bukanlah ukuran seberapa efektif sanksi diterapkan," ucap Bollinger.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut