Tanggapi Gugatan Rp11 Triliun, Dirut Blue Bird: Kita Fokus ke Fundamental Bisnis

Dinar Fitra Maghiszha ยท Selasa, 09 Agustus 2022 - 19:37:00 WIB
Tanggapi Gugatan Rp11 Triliun, Dirut Blue Bird: Kita Fokus ke Fundamental Bisnis
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono (tengah). (Foto: MPI/Dinar Fitra Maghiszha)

JAKARTA, iNews.id - PT Blue Bird Tbk (BIRD) menyatakan tetap fokus pada kinerja dan fundamental bisnis perseroan, meskipun sedang menghadapi gugatan sebesar Rp11 triliun. 

Pernyataan tersebut, disampaikan Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Priawan Djokosoetono, terkait pemberitaan mengenai tuntutan yang dilayangkan Elliana Wibowo yang mengaku sebagai salah satu pemegang saham Bluebird. 

Dalam situs Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Elliana Wibowo, yang menunjuk Davy Helkiah Radjawane sebagai kuasa hukum, menggugat sejumlah pihak termasuk Blue Bird. Gugatan itu, tercatat dengan nomor 677/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL.

"Saya berterima kasih kepada teman-teman media yang sudah menyampaikan berita itu sudah ada sejak sebelumnnya, jadi memang itu bukan cerita baru, itu cerita lama," kata Sigit dalam acara Menakar Kinerja Blue Bird, di Jakarta Selatan, Selasa (9/8/2022).

Sigit memastikan bahwa seiring berjalannya waktu perseroan mengambil dua fokus utama sembari mengikuti proses hukum tersebut. Pertama, fokus terhadap fundamental perusahaan. Kedua, fokus pada konsistensi terhadap penerapan Good Corporate Governance (GCG) dalam tubuh perseroan.

"Bagaimana antisipasi kita, pertama blue bird harus fokus terhadap fundamental, apapun kondisinya. Kita juga fokus jalankan GCG, seperti pembagian dividen secara rutin, dan apabila ada yang salah pasti akan memberikan tanggapan ke otoritas terkait" ujar Sigit.

Seperti diketahui, Blue Bird dan sejumlah pihak digugat berterkaitan dengan perubahan AD/ART perusahaan, saham-saham pada Blue Bird Taxi dan Big Bird serta saham salah satu pemegang saham di Blue Bird Tbk.

Selain Blue Bird, beberapa pihak yang masuk dalam gugatan Elliana antara lain Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri, Purnomo Prawiro, PT Blue Bird Taxi, PT Big Bird, Nona Sri Ayati Purnomo, Endang Purnomo dan Indra Marki.

"Menghukum tergugat I sampai dengan tergugat IX untuk membayar secara tanggung renteng kerugian immaterial sebesar Rp.10.000.000.000.000 (Sepuluh Triliun Rupiah)," tulis permintaan gugatan Elliana dikutip di situs resmi PN Jaksel.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda