Terbebani Proyeksi IMF dan Pembatasan China, Harga Minyak Dunia Turun

Dinar Fitra Maghiszha ยท Rabu, 12 Oktober 2022 - 09:54:00 WIB
Terbebani Proyeksi IMF dan Pembatasan China, Harga Minyak Dunia Turun
Terbebani proyeksi IMF dan pembatasan China, harga minyak dunia turun. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak mentah global turun pada perdagangan hari ini di tengah kekhawatiran menurunnya permintaan bahan bakar di China dan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) mengenai ekonomi dunia yang suram.

Data perdagangan hingga pukul 09.27 WIB menunjukkan, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Desember anjlok 1,1 persen sebesar 87 dolar AS per barel. Sedangkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Desember merosot 0,99 persen menjadi 93,37 dolar AS per barel.

Penurunan harga minyak pagi ini merupakan kelanjutan koreksi setelah keduanya turun 2 persen pada sesi sebelumnya. Itu terbebani sentimen pembatasan mobilitas di China terkait wabah Covid-19. Kota-kota besar China, seperti Shanghai dan Shenzhen meningkatkan uji tes massal Covid-19 dan memperketat pembatasan setelah infeksi naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022.

"Otoritas China mengindikasikan tidak akan ada relaksasi dalam kebijakan Covid-19 mereka, yang semakin memperburuk situasi permintaan," kata analis ANZ Research dalam catatannya, dikutip dari Reuters, Rabu (12/11/2022).

Adapun IMF pada Selasa (11/10/2022) telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2023. Selain itu. juga memperingatkan kenaikan risiko resesi global. IMF juga mendesak bank sentral terus berjuang melawan inflasi meski ada kecemasan kebijakan suku bunga agresif dapat memicu penurunan ekonomi.

Di Amerika Serikat, pasar minyak sedang menantikan rilis data inflasi terbaru sebagai petunjuk membaca arah kebijakan Federal Reserve ke depan.

"Data makro yang lebih panas dari perkiraan dapat kembali memicu sentimen investor, yang akan meningkatkan ketakutan resesi saat ini, sekaligus menekan harga minyak lebih lanjut," ujar Analis CMC Markets Tina Teng.

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda