Tertekan Covid-19, Traveloka Peroleh Dana Rp3,6 Triliun dari Investor Qatar

Djairan ยท Rabu, 29 Juli 2020 - 05:38 WIB
Tertekan Covid-19, Traveloka Peroleh Dana Rp3,6 Triliun dari Investor Qatar

Traveloka. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Traveloka mengumumkan pendanaan baru senilai 250 juta dolar AS atau Rp3,6 triliun. Pendanaan tersebut dikabarkan digalang Qatar Investment Authority.

Dilansir Nikkei Asian Review, Sejumlah lembaga keuangan internasional terlibat dalam pendanaan, termasuk investor existing, seperti GIC, Expedia, dan EV Growth. Pendanaan baru tersebut membuat valuasi Tracevola mencapai 3 miliar dolar AS, sedikit di bawah pra pandemi Covid-19.

Cofounder & CEO Traveloka, Ferry Unardy mengakui bisnis perusahaan yang bergerak di sektor pariwisata terdisrupsi pandemi Covid-19. Hal tersebut juga berdampak pada mitra, mulai dari transportasi hingga restoran.

"Tak diragukan lagi, Traveloka terdampak pandemi Covid-19. Kami mengalami titik terendah dalam bisnis kami sejak berdiri. Meski begitu, kami optimistis perusahaan bangkit dengan cepat dengan penyesuaian strategi, kerja sama strategis dengan mitra, dan berinovasi untuk pelanggan," katanya, Rabu (29/7/2020).

Ferry mengatakan, suntikan dana segar dari investor asing membuktikan kepercayaan yang tinggi terhadap daya tahan dan viabilitas bisnis Traveloka. Dia mengatakan, dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat neraca keuangan perusahaan dan produk-produk prioritas.

"Ini termasuk membangun portofolio Travel & Lifestyle yang lebih kuat dan terpadu di pasar-pasar utama sekaligus memperkuat produk jasa keuangan untuk memberikan dukungan yang lebih baik untuk mitra," ujarnya.

Managing Partner EV Growth, Willson Cuaca menilai, Covid-19 terhadap membuat banyak perusahaan menyusun ulang rencana, strategi, dan model bisnis. Industri travel diakuinya menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Manajemen telah mengambil keputusan sulit, termasuk merestrukturisasi sekaligus mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk mengurangi risiko keuangan. Kami yakin perusahaan akan tumbuh lebih kuat setelah krisis," kata Willson.

Editor : Rahmat Fiansyah