Teten: Orang Pikir Kelor Cuma untuk Usir Hantu, Justru Disukai Masyarakat Dunia

Rina Anggraeni ยท Jumat, 14 Januari 2022 - 14:05:00 WIB
Teten: Orang Pikir Kelor Cuma untuk Usir Hantu, Justru Disukai Masyarakat Dunia
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, orang pikir kelor cuma untuk usir hantu, justru disukai masyarakat dunia. (foto: Kemenkop UKM)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) mendukung pengembangan produk industri daun kelor karena disukai masyarakat dunia. Permintaan masyarakat dunia terhadap daun kelor Indonesia sangat tinggi.

Salah satunya industri daun kelor yang dikelola CV Tri Utami Jaya yang memiliki pabrik pengolahan daun kelor berstandar internasional terbesar dan pertama di Nusa Tenggara Barat (NTB). Saat ini pabrik Tri Utami Jaya memiliki kapasitas produksi 200 ton per hari.

Tak hanya itu, produk daun teh kelor keluaran pabriknya juga telah dipasarkan hampir ke 13 negara di Amerika Serikat (AS) maupun Eropa. Terbaru, Tri Utami Jaya tengah menyiapkan ekspor daun teh kelor ke Madrid.

Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki mendukung penuh dan mengapresiasi capaian Tri Utami Jaya selama ini. Kelor sebagai produk unggulan domestik Indonesia memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan.

"Dengan diolah seperti ini, yang tadinya orang pikir kelor cuma untuk mengusir hantu, tetapi justru naik kelas bahkan disukai masyarakat dunia," kata dia di Jakarta, Jumat (14/1/2022)

Teten menjelaskan, produk olahan teh kelor Moringa milik Tri Utami Jaya menjadi salah satu produk unggulan domestik yang perlu didukung di pasar internasional. Mengenai kandungannya, teh kelor memiliki protein yang tinggi bahkan 7 kali lipat dibanding daging sapi. Selain itu, juga mengandung zat besi yang tinggi hingga 25 kali lipat dari bayam.  

"Kandungan ini sangat penting dikonsumsi masyarakat, terutama dalam mengatasi stunting. Di pasar dunia, kelor masuk dalam kategori superfood atau wellness product. Namun sayangnya di dalam negeri edukasi soal kelor belum tinggi, sehingga literasi juga penting dilakukan, karena ini superfood. Bahkan diklaim bisa menggantikan gizi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein hewani dan nabati," tutur Teten.

Kelor juga mudah ditanam di mana-mana, apalagi dibudidayakan dalam bentuk perkebunan. Namun Teten menyayangkan potensi ekonomi olahan daun kelor yang sangat besar ini belum digarap dengan baik. 

"Tri Utami Jaya mampu mencapai pertumbuhan penjualan sekitar 20-30 persen. Bayangkan jika pasar dari dalam negeri dari 270 juta masyarakatnya 1 ons saja bisa digarap, hasilnya luar biasa potensi ekonominya," ucapnya.

"Kemudian China, negara yang masyarakatnya peminum teh, potensi 1,3 miliar penduduknya kalau digarap untuk daun teh kelor tak kalah menggiurkan. Namun sekarang jumlah itu jika tak digarap menyeluruh, kita belum mampu memenuhi permintaannya," imbuh Teten.

Dalam membantu pemasaran model bisnis produk unggulan domestik seperti ini, KemenKopUKM mengajak para pelaku UMKM untuk tergabung dalam platform e-commerce crossborder, serta memanfaatkan jaringan diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh negara.

CV Tri Utami Jaya menjadi salah satu pelaku usaha yang menjadi pemasok produk herbal ke beberapa jaringan apotek PT Kimia Farma (Persero) Tbk dan beberapa hotel-hotel nasional. 

"Di 2022 ini, targetnya kami akan masuk di seluruh apotek jaringan Kimia Farma," ujar pemilik CV Tri Utami Jaya Nasrin H Muhtar. 

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda