TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan, Putri Gusdur Anita Wahid Jadi Perwakilan Indonesia

Djairan ยท Selasa, 22 September 2020 - 17:50:00 WIB
TikTok Bentuk Dewan Penasihat Keamanan, Putri Gusdur Anita Wahid Jadi Perwakilan Indonesia
ByteDance, perusahaan penyedia media sosial TikTok membentuk dewan keamanan yang beranggotakan tujuh orang dari negara-negara di Asia Pasifik. (Foto: ilustrasi/AFP)

BEIJING, iNews.id - ByteDance, perusahaan penyedia media sosial TikTok membentuk dewan keamanan Asia Pasifik. Lembaga ini akan berfungsi memberikan nasihat terkait masalah-masalah keamanan daring.

“Dewan akan memberikan nasihat yang konstruktif, sehat dan jujur karena TikTok terus memperkuat kebijakan konten di Asia Pasifik," ujar Direktur Trust & Safety TikTok Asia Pasifik, Arjun Narayan, dikutip dari Campaign Asia, Selasa (22/9/2020).

Dewan yang bersifat eksternal berisi ahli di bidang konten, kebijakan, dan akademik. Mereka akan bersidang setiap tiga bulan sekali untuk membahas masalah-masalah utama seperti keamanan online, keamanan anak, literasi digital, kesehatan mental dan HAM.

Hasil sidang tersebut berupa rekomendasi resmi ke TikTok tentang bagaimana cara menangani masalah, termasuk bagaimana perusahaan harus mengembangkan kebijakan dan praktik moderasi konten, serta pedoman regional dan globalnya.

Ada tujuh anggota dewan yang ditunjuk dari pasar yang berbeda di Asia Pasifik. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda mulai dari aktivis, advokat dan akademisi di berbagai bidang.

Putri Presiden ke-3 RI, Anita Wahid ditunjuk menjadi satu dari tujuh anggota dewan. Anita merupakan aktivis di Gusdurian Network Indonesia dan presiden di Indonesia Anti-Hoax Society (MAFINDO). Dirinya aktif dalam isu permasalahan HAM dan anti hoax, serta ahli dalam bidang keselamatan anak dan kebutuhan konten agama.

Adapun anggota lainnya yakni, Yuhyun Park dari Singapura (Pendiri DQ Institute). Jehan Ara dari Pakistan (Presiden Pakistan Software Houses Association for IT & ITES). Amitabh Kumar dari India (Pendiri Social Media Matters). Nguyen Phuong Linh dari Vietnam (Direktur Management and Sustainable Development Institute).

Selanjutnya, Akira Sakamoto dari Jepang (Profesor di Departemen Psikologi, Universitas Ochanomizu). Dan Seungwoo Son dari Korea Selatan (Profesor Keamanan Industri, Universitas Chung-Ang).

“Kami sengaja membuat tim dengan membawa para ahli dengan independensi yang kuat dan keberanian untuk menantang pemikiran kami. Mendengar dari beragam suara sangat berharga bagi TikTok untuk membuat produk, kebijakan, dan melayani kebutuhan komunitas yang terus berkembang," kata Juru Bicara TikTok.


Editor : Rahmat Fiansyah