Tips Memulai Bisnis Thrifting bagi Pemula

Suparjo Ramalan ยท Senin, 01 November 2021 - 14:20:00 WIB
Tips Memulai Bisnis Thrifting bagi Pemula
Tips memulai bisnis thrifting bagi pemula. (Foto: dok Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Bisnis thrifting kembali diminati seiring dengan munculnya tren fashion 80 dan 90-an dan pandemi Covid-19. Bagi yang menyukai belanja dengan harga diskon dan memiliki hasrat pada barang-barang vintage, retro, dan high fashion, bisnis ini cocok untuk Anda. 

Thrift dalam bahasa Indonesia berarti hemat. Berhemat menjadi kebutuhan bagi banyak orang di masa pandemi, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan karena efek pandemi Covid-19. Salah satu cara berhemat adalah dengan belanja barang bekas

Sejalan dengan itu, bisnis thrifting mulai banyak bermunculan. Bisnis thrifting bisa diartikan bisnis menjual barang-barang bekas dengan kondisi yang masih baik dan layak pakai, namun dengan harga lebih murah. Barang-barang bekas yang dijual tidak terbatas pada fashion tapi juga perabotan rumah tangga dan lainnya.   

Untuk menjalankan bisnis thrifting, Anda harus fokus, memiliki rencana yang kuat, inventaris berkualitas, dan keterampilan marketing. Dikutip dari Chron, berikut ini 5 tips memulai bisnis thrifting bagi pemula:

1. Buat Rencana Bisnis

Putuskan apakah Anda akan menjual berbagai barang atau fokus menjual barang antik, furnitur antik, pakaian bekas atau barang lainnya. Pertimbangkan juga target pasar Anda, apakah keluarga berpenghasilan rendah, berpenghasilan tinggi atau lainnya. 

Kunjungi atau lakukan riset ke toko barang bekas (thrift store) lokal lainnya, ketahui target pasar mereka dan apakah mereka sudah memenuhi kebutuhan pasar tersebut. 

Pertimbangkan bagaimana Anda membedakan bisnis Anda dari pesaing melalui inventaris atau harga. Buat daftar persediaan dan berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membuka toko. Buat nama bisnis yang memberi pesan menarik kepada target pasar Anda dan mendorong mereka untuk berbelanja di toko Anda. 

2. Lisensi dan Asuransikan Bisnis Anda

Ajukan permohonan izin usaha di kantor panitera kota Anda. Asuransikan barang dagangan dari pencurian dan kerusakan.

3. Cari Lokasi Strategis

Cari lokasi yang banyak dilalui mobil dan pejalan kaki, terutama area di mana target pasar Anda cenderung tinggal atau berbelanja. Carilah tempat yang memiliki display besar untuk memajang barang-barang. 

Pertimbangkan apakah bisnis kompetitor berada di dekat Anda. Pasalnya, menempatkan bisnis Anda di dekat para kompetitor bisa menjadi pro atau kontra. Pastikan harga dan penawaran Anda sesuai dengan kompetitor jika Anda buka di sekitar mereka.

4. Kumpulkan Barang Bekas 

Kumpulkan barang-barang yang tidak rusak dari tempat yang biasa Anda dapatkan dan perbaiki sebelum dijual. Cari grosir online yang mungkin menawarkan penawaran bagus untuk pakaian bekas yang dijual dalam jumlah besar. 

5. Promosikan Toko Thrift Anda

Buat brosur dan kartu nama untuk dibagikan kepada calon pelanggan yang ditemui. Selain itu, sertakan jenis barang yang dijual dan tekankan apa yang membuat toko Anda orisinal. 

Pasang selebaran di papan buletin lokal di dekat tempat target pasar Anda kemungkinan akan berbelanja atau promosikan di media sosial. Rencanakan juga grand opening yang akan menarik pelanggan. 

Selain membuka toko fisik, Anda juga bisa membuka toko online. Anda bisa menjual melalui media sosial yang Anda miliki, atau melalui e-commerce. 

Editor : Jujuk Ernawati

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda