Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Drone Picu Kebakaran di Sekitar PLTN Barakah UEA, Tak Ada Korban
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Jika ditotal dengan produksi minyak mentahnya, maka produksi AS bisa di atas 10 juta bph di tahun 2018. Salah satu kontraktor terbesar di lapangan Permian, Pioneer Natural Resources Co. bahkan berencana melipatgandakan produksi shale oil dalam 10 tahun ke depan.

"Lapangan Permian begitu besar sehingga akan menjadi sumber kehidupan produksi AS selama bertahun-tahun," ujar Chief Executive Pioneer Tim Dove.

Dove menjabarkan bahwa produksi shale oil di lapangan Permian mencapai 2,2 juta bph pada awal 2017. Namun, diperkirakan akan meningkat menjadi 2,7 juta bph pada akhir tahun dan 3,3 juta bph pada akhir 2018.

Itu meningkat sebesar 23% dan 50 % dalam jangka waktu satu dan dua tahun. "Kami memiliki 20.000-35.000 sumur untuk mengebor areal yang ada. Kami mengebor sekitar 250 sumur setiap tahun," dia berkata.

Produksi shale oil yang pesat di AS terjadi pada saat produsen minyak utama lainnya, seperti OPEC dan Rusia berebut pasar minyak mentah sehingga membanjiri pasokan global. Imbasnya, harga minyak rendah sejak musim panas 2014 hingga sekarang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut