Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkomdigi Pastikan Tak Ada Transfer Data Kependudukan Indonesia ke AS
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

OPEC dan Rusia telah bersepakat untuk memangkas produksi hingga akhir Maret 2018 dalam upaya menyeimbangkan pasar. Namun, fakta bahwa pasokan minyak mentah sangat berlebih tak dapat dibantah.

Bagaimanapun, OPEC tampaknya tidak terlalu peduli dengan ancaman shale oil dari AS. Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengatakan, bahwa pasar minyak mentah tengah bergerak secara seimbang, dan industri migas kini mulai merasakan angin segar terhadap hal tersebut.

"Kami memperkirakan permintaan akan melewati 100 juta barel per hari pada 2020 dan mencapai lebih dari 111 juta barel per hari pada 2040," kata Barkindo.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut