7 BUMN Dapat PMN Rp23,65 Triliun, DPR Ingatkan Jangan Digunakan Bayar Utang

Antara ยท Rabu, 15 Juli 2020 - 22:37 WIB
7 BUMN Dapat PMN Rp23,65 Triliun, DPR Ingatkan Jangan Digunakan Bayar Utang

DPR mengingatkan tujuh BUMN agar Penyertaan Modal Negara (PMN) tidak digunakan untuk membayar utang. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Komisi VI DPR telah menyetujui pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk tujuh perusahaan BUMN sebesar Rp23,65 triliun. DPR mengingatkan agar dana tersebut tidak digunakan untuk membayar utang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Aria Bima menyatakan pihaknya menyetujui PMN kepada BUMN-BUMN pada tahun anggaran 2020 dengan beberapa catatan. Pertama, merekomendasikan kepada Menteri BUMN untuk meningkatkan pembinaan kepada BUMN penerima PMN guna memenuhi pengaturan dan tata kelola keuangan yang baik sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan.

"PMN tidak digunakan untuk membayar utang perusahaan penerima PMN," ujar Aria saat membacakan kesimpulan hasil rapat kerja Menteri BUMN Erick Thohir dengan Komisi VI DPR di Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Selain itu, dia menyebutkan BUMN penerima PMN harus menerapkan prinsip tata kelola korporasi yang bersih dan baik atau good corporate governance (GCG). Dalam rapat kerja tersebut, Komisi VI DPR RI menyetujui pemberian PMN dengan total sebesar Rp23,65 triliun kepada tujuh perusahaan BUMN.

Ketujuh BUMN yang memperoleh dana PMN tersebut, adalah PT Hutama Karya sebesar Rp7,5 triliun, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sebesar Rp1,5 triliun, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau ITDC sebesar Rp500 miliar, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebesar Rp6 triliun.

Selanjutnya, PT Perkebunan Nusantara mendapatkan PMN sebesar Rp4 triliun, Perum Perumnas Rp650 miliar, dan PT Kereta Api Indonesia Rp3,5 triliun.

Beberapa BUMN penerima PMN, seperti PT Hutama Karya akan menggunakan dana PMN tersebut untuk pembiayaan jalan tol Trans Sumatera. Sementara PT PNM berencana menggunakan dana PMN untuik menjaga keberlangsungan program Mekaar khusus kelompok wanita pra-sejahtera.

Adapun Bahana akan menggunakan dana PMN bagi upaya meningkatkan kapasitas penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui penguatan modal pada PT Askrindo (UMKM dan KUR) dan PT Jamkrindo, untuk pemulihan pelaku usaha yang terkendala dampak Covid-19 sesuai dengan penugasan dari pemerintah dalam rangka Program Pemulihan Ekonomi Nasional.

Editor : Dani Dahwilani