Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belum Eksekusi Rampasan Aset Jiwasraya, Kejagung Tunggu Putusan Inkrah
Advertisement . Scroll to see content

Beberkan Kondisi Keuangan Jiwasraya, Wamen BUMN: Buruk!

Rabu, 28 April 2021 - 19:23:00 WIB
Beberkan Kondisi Keuangan Jiwasraya, Wamen BUMN: Buruk!
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membeberkan kondisi keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Jiwasraya) tahun buku 2020, yang dinilai buruk. 

Wakil Menteri (Wamen) BUMN, Kartika Wirjoatmodjo, mengatakan aset Jiwasraya tercatat hanya mencapai Rp15,72 triliun dengan jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.

Sementara itu, posisi ekuitas negatif hingga Rp38,64 triliun, tak ayal jika rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) Jiwasraya pada 31 Desember 2020, berada pada posisi minus 1.000,3 persen atau jauh di bawah batas minimal yakni 120 persen, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah dapat terlihat pada kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp 54,4 triliun yang meningkat terus," ujar Tiko, panggilan akrab Kartika Wirjoatmodjo, di Jakarta, Rabu (28/4/2021). 

Wamen BUMN memaparkan, nilai aset Jiwasraya Rp 15,72 triliun secara mayoritas juga tidak likuid dan berkualitas buruk. Kondisi ini diperburuk oleh tidak optimalnya produk perseroan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami defisit ekuitas sebesar Rp 38,6 triliun.  

"Kondisi aset yang berkualitas buruk dengan pengeluaran produk yang tidak optimal ini membuat Jiwasraya memiliki defisit ekuitas sebesar kurang lebih Rp 38,6 triliun, nilai yang sangat fantastis," kata Tiko. 

Pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya telah mengupayakan beberapa pendanaan demi mempertahankan operasional perusahaan, hingga membayar bunga roll over, serta anuitas pensiun yang terakhir kali dilakukan pada Maret 2020.

Dana untuk menutup beban tersebut, berasal dari penerbitan REPO, optimalisasi aset properti, hingga penerbitan Medium Term Notes (MTN) yang dilakukan pada pertengahan 2018-2020.

Lantaran dihadapkan pada masalah liabilitas yang besar dan menggulung, Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya, Farid A Nasution, menyebut pihaknya menyadari bahwa penyelamatan polis Jiwasraya tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan skenario pendanaan yang telah dilakukan. 

Untuk itu diperlukan solusi fundamental dan komprehensif dalam rangka menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. 

"inilah yang mendasari pemerintah mendirikan IFG Life dengan memberikan PMN senilai Rp22 triliun, ditambah Rp4,7 triliun dari upaya fundraising yang dilakukan induk usaha IFG Life," kata Farid.

Editor: Jeanny Aipassa

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut