Dalam 10 Tahun, Investor Syariah Tumbuh 17.191 Persen

Jeanny Aipassa ยท Selasa, 13 April 2021 - 19:12:00 WIB
Dalam 10 Tahun, Investor Syariah Tumbuh 17.191 Persen
Pembukaan kegiatan "Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah" dihadiri Direktur Utama KPEI, Sunandar, Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, dan Ketua BPH DSN MUI, K.H Hasanuddin.

JAKARTA, iNews.id - Selama satu dekade, Pasar Modal Syariah menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan. Hal itu, ditandai dengan pertumbuhan jumlah investor syariah sebesar 17.191 persen, dan saham syariah yang meningkat 83,1 persen dalam 10 tahun terakhir. 

Pernyataan itu, disampaikan Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi, dalam sambutan saat pembukaan kegiatan "Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia", di Jakarta, Senin (12/4/2021). 

"Perkembangan Pasar Modal Syariah berjalan sangat masif selama 10 tahun terakhir. Sejak diluncurkannya Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI, Red) pada 201 hingga Maret 2021, jumlah investor syariah telah bertumbuh sebesar 17.191 persen, dan jumlah saham syariah telah meningkat sebesar 83,1 persen," kata Inarno.

Self Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari PT BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Direktorat Pasar Modal Syariah menggelar kegiatan bertajuk “Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia”.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 10 tahun peluncuran ISSI, Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) Nomor 80, serta Sharia Online Trading System (SOTS), sebagai momen kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia. 

Ketua Badan Pelaksana Harian DSN MUI, KH. Hasanudin, dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa Fatwa DSN MUI Nomor 80 tahun 2011 merupakan fatwa yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan Pasar Modal Syariah Indonesia karena menjadi pedoman yang memudahkan investor dalam melakukan transaksi efek di BEI yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Selain itu sejak 2011, DSN MUI terlibat aktif dalam meningkatkan literasi pasar modal syariah di Indonesia. Atas inisiatif BEI, DSN MUI menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pasar modal syariah melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS),” kata Hasanudin. 

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, yang secara resmi membuka rangkaian kegiatan “Satu Dekade Kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia” memaparkan bahwa selama satu dekade hampir seluruh landasan hukum infrastruktur penerbitan dan transaksi efek syariah telah tersedia. 

Menurut dia, efek syariah berupa saham, sukuk, sukuk crowdfunding, sukuk daerah, reksa dana syariah, efek beragun aset syariah, dan dana real estate syariah telah mendapatkan landasan hukumnya. 

“Kami berharap momen peringatan satu dekade kebangkitan Pasar Modal Syariah Indonesia dengan beberapa capaian serta tantangan yang kita peroleh dan kita hadapi merupakan awal sekaligus penyemangat bagi pertumbuhan pasar modal syariah yang berkelanjutan,” ujar Hoesen.

Sementara itu, Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, memaparkan pengembangan Pasar Modal Syariah Indonesia semakin masif, sehingga pada tahun 2019 dan 2020, BEI berhasil meraih penghargaan internasional sebagai The Best Islamic Capital Market dari Global Islamic Finance Award (GIFA).

“Dalam kurun waktu 10 tahun tersebut, alhamdulillah, Pasar Modal Syariah Indonesia saat ini tercatat menjadi pasar modal di dunia yang memiliki proses transaksi saham secara end-to-end yang telah memenuhi prinsip syariah. Mulai dari mekanisme transaksi di BEI, mekanisme kliring dan penjaminan di KPEI hingga mekanisme penyimpanan dan penyelesaian transaksi di KSEI semuanya telah memiliki fatwa kesesuaian syariah dari DSN MUI” tutur Hasan. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: