Ini Alasan yang Bikin IMF Khawatir dengan Kripto

Suparjo Ramalan · Sabtu, 25 Desember 2021 - 11:26:00 WIB
Ini Alasan yang Bikin IMF Khawatir dengan Kripto
Ini alasan yang bikin IMF khawatir dengan kripto. (Foto: Istimewa)

NEW YORK, iNews.id - Dana Moneter Internasional (IMF) khawatir dengan mata uang kripto atau cryptocurrency, terutama karena pertumbuhan dengan kecepatan yang signifikan tidak dibarengi dengan regulasi. 

Nilai pasar total dari semua aset kripto tercatat lebih dari 2 triliun dolar AS pada September tahun ini. Angka itu naik 10 kali lipat sejak awal tahun. 

"Ekosistem kripto telah tumbuh secara signifikan. Prosesnya menunjukkan ketahanan yang luar biasa tetapi ada juga beberapa tes stres yang menarik," kata Wakil Kepala Divisi di IMF Evan Papageorgiou, dikutip dari CNBC, Sabtu (25/12/2021). 

Salah satu masalah yang disoroti IMF adalah banyak orang dan lembaga keuangan yang memperdagangkan aset-aset kripto kurang memiliki praktik operasional, tata kelola, dan risiko yang kuat. Dengan demikian, menurut IMF, konsumen berisiko karena tidak ada pengawasan yang memadai di ruang kripto. 

Alasan lainnya, dia percaya aset kripto menciptakan beberapa celah data dan dapat membuka pintu yang tidak diinginkan untuk pencucian uang, serta pendanaan teroris.

Lembaga lain telah menyerukan lebih banyak tindakan untuk membuat investasi ini lebih aman. Cryptocurrency dapat menjadi topik yang memecah belah, dengan beberapa orang berpendapat, kripto adalah masa depan uang, sedangkan lainnya memberikan argumen yang lebih skeptis tentang risikonya.

Regulator keuangan Inggris, Financial Conduct Authority (FCA) telah memperingatkan tentang hubungan antara media sosial dan investasi kripto.

"Influencer media sosial secara rutin dibayar oleh scammers untuk membantu mereka me-pompom dan menjual token baru di belakang spekulasi murni. Beberapa influencer mempromosikan koin yang ternyata tidak ada sama sekali,” kata Ketua FCA Charles Randell pada September lalu.

Dia menambahkan, FCA belum melihat apa yang akan terjadi selama siklus keuangan penuh. 

"Kami benar-benar tidak tahu kapan atau bagaimana cerita ini akan berakhir, tetapi seperti spekulasi baru lainnya, mungkin tidak akan berakhir dengan baik,” ujarnya. 

Kim Kardashian, seorang selebriti dengan lebih dari 200 juta pengikut di Instagram, dibayar untuk mengiklankan token kripto di akunnya pada awal tahun ini. Kritikus menyoroti betapa sedikit detail yang diketahui tentang pengembang ethereummax, mata uang yang dia iklankan. 

Pengguna media sosial lainnya dengan jumlah pengikut yang besar, yang dikenal sebagai influencer, juga telah mengiklankan aset kripto di akun mereka.

Cryptocurrency sering diiklankan di sebelah posting ini yang menyebarkan gaya hidup glamor dan saya pikir asosiasi itu sangat berbahaya bagi kaum muda,” ujar Myron Jobson, juru kampanye keuangan pribadi di Interactive Investor.

Dia mengatakan, pembuat kebijakan perlu melihat iklan cryptocurrency dan memastikan mereka menjelaskan kepada orang-orang risiko yang terkait berinvestasi dalam aset yang tidak stabil seperti itu. Harga dapat berfluktuasi secara liar bahkan dalam satu hari perdagangan.

Masalah lain bagi pembuat kebijakan adalah kaum muda sangat tertarik pada pasar ini dan sering kali melakukan investasi pertama mereka dalam mata uang kripto, menggunakan pinjaman dan kartu kredit.

Data yang diterbitkan oleh FCA pada Juni menunjukkan, sekitar 2,3 juta orang di Inggris memegang cryptocurrency, di mana 14 persen dari mereka menggunakan pinjaman untuk membelinya dan 12 persen dari mereka berpikir akan dilindungi oleh FCA jika terjadi masalah. Namun FCA menegaskan, tidak akan melindungi mereka.

Sebuah jajak pendapat terhadap 1.000 orang dewasa Inggris berusia antara 18 hingga 29 pada Juli menunjukkan, 27 persen dari mereka menggunakan kartu kredit untuk berinvestasi dalam meme koin kripto dogecoin, 17 persen menggunakan pinjaman pelajar, dan 12 persen menggunakan jenis pinjaman lain.

Ini bisa menjadi pedang bermata dua karena investor dapat menghadapi kerugian pada kripto yang dimilikinya, kemudian berjuang untuk membayar kembali pinjaman yang mereka ambil untuk melakukan investasi tersebut.

Menurut IMF, regulator nasional harus bekerja untuk membuat aturan umum secara global, meningkatkan pengawasan lintas batas. Selain itu, karena ini adalah bidang baru, perlu mendorong standarisasi data.

"Waktu sangat penting, dan tindakan perlu tegas, cepat dan terkoordinasi dengan baik secara global untuk memungkinkan manfaat mengalir, tetapi pada saat yang sama, juga mengatasi kerentanan,” kata IMF.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda