LPS: Penempatan Dana untuk Menolong Bank Bukan Individu

Antara ยท Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:45 WIB
LPS: Penempatan Dana untuk Menolong Bank Bukan Individu

LPS menyatakan kebijakan penempatan dana bertujuan menolong bank dari risiko gagal, bukan menyelamatkan orang-orang di dalamnya. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyatakan kebijakan penempatan dana bertujuan untuk menolong bank dari risiko gagal, bukan menyelamatkan orang-orang di dalamnya. Meski demikian, selama pandemi Covid-19 belum ada bank yang meminta penempatan dana.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah mengemukakan, penempatan dana pada bank yang berisiko gagal bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan. Penempatan dana diarahkan kepada bank yang masuk pengawasan intensif atau bahkan bank yang berada dalam pengawasan khusus berdasarkan penilaian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “LPS tidak menyelamatkan pribadi-pribadi yang ada di dalam bank itu,” ujarnya dilansir, Sabtu (11/7/2020).

LPS, lanjut dia, akan memeriksa bank bermasalah sebelum mendapat kucuran dana. Namun, cakupan pemeriksaan berbeda dengan yang dilakukan OJK.

Bank bermasalah karena terdampak pandemi Covid-19 ini, lanjut dia, diperiksa LPS untuk melihat kinerja keuangan terkait aset terutama kredit dan ketersediaan kualitas. OJK sesuai dengan kewenangannya menentukan kesehatan bank meliputi kondisi modal, kemampuan menghasilkan keuntungan, profil risiko dan tata kelola.

“Kami menggunakan pemeriksaan ini untuk mendapatkan gambaran seberapa besar permasalahan keuangan yang dihadapi bank. Ini beda dengan yang dilakukan OJK,” katanya.

Menurutnya, saat ini pemeriksaan bersama dengan OJK intensitasnya semakin tinggi karena situasi akibat pandemi Covid-19. Meski begitu, hingga saat ini belum ada permintaan bank mendapatkan penempatan dana.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 33 Tahun 2020, LPS dapat menempatkan dana kepada bank yang berisiko gagal mencapai 30 persen dari jumlah kekayaan LPS.

Penempatan dana pada satu bank, paling banyak mencapai 2,5 persen dari jumlah kekayaan LPS. Hingga saat ini total likuiditas yang dimiliki LPS mencapai Rp128 triliun.

Periode penempatan dana paling lama satu bulan dan dapat diperpanjang paling banyak lima kali. Apabila setelah mendapat kucuran dana dari LPS, bank tersebut tidak ada tanda perbaikan, bank tersebut akan dikembalikan kepada OJK untuk ditangani dan harus mengembalikan suntikan dana dari LPS. “Kalau misalnya tidak punya dana cukup, kami eksekusi agunan,” katanya.

Editor : Dani Dahwilani