Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Kembali Melemah ke Rp15.889 per Dolar AS
Dari sisi internal, memasuki tahun politik, pelemahan nilai tukar rupiah saat ini relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang sejumlah negara lain di kawasan Asia dan global.
“Namun bagi masyarakat pelemahan mata uang rupiah yang terus menerus akan berdampak terhadap kenaikan harga-harga salah satunya harga komoditas dan akan berpengaruh terhadap menurunnya daya beli sehingga konsusmi Masyarakat akan menurun,” ucapnya.
Guna menahan laju pelemahan mata uang rupiah, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) harus bahu-membahu untuk melakukan pencegahan dengan melakukan strategy bauran ekonomi lebih banyak lagi, agar bisa menahan gelombang eksternal yang luar biasa dasyatnya, akibat perang antara Rusia dan Ukraina yang sampai saat ini belum ada kepastian untuk berdamai ditambah lagi dengan memanasnya tensi antara Israel dan Palestina di Timur Tengah.
Tingginya ketidakpastian pasar keuangan global, BI akan terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah, agar sejalan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian imported inflation. Di samping intervensi di pasar valuta asing (valas), lanjutnya, BI akan mempercepat upaya pendalaman pasar uang rupiah dan pasar valas.
Termasuk optimalisasi Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan penerbitan instrumen-instrumen lain untuk meningkatkan mekanisme pasar. Baik dalam meningkatkan manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri.
Berdasarkan data diatas, selanjutnya untuk perdagangan besok mata uang rupiah hari ini diprediksi bergerak fluktuatif dan kemudian ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.860-Rp15.940.
Editor: Aditya Pratama