Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis di Rp13.695 per Dolar AS

Ranto Rajagukguk ยท Rabu, 19 Februari 2020 - 18:35 WIB
Nilai Tukar Rupiah Melemah Tipis di Rp13.695 per Dolar AS

Kurs rupiah melemah. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA, iNews.id - Kurs rupiah di pasar spot pada akhir perdagangan, Rabu (19/2/2002), memangkas pelemahannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda masuk ke level psikologis Rp13.600 per dolar AS setelah hampir seharian berada di Rp13.700 per dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan, rupiah melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp13.695 per dolar AS dari posisi kemarin Rp13.694 per dolar AS. Laju pergerakan harian rupiah tercatat Rp13.695-13.715 per dolar AS dengan level pembukaan di Rp13.695 per dolar AS.

Business Insider mencatat, rupiah terdepresiasi 23 poin atau 0,17 persen menjadi Rp13.688 per dolar AS dari sesi terakhir sebelumnya Rp13.665 per dolar AS. Saat dibuka, rupiah diperdagangkan di Rp13.665 per dolar AS dengan rentang pergerakan harian Rp13.665-13.719 per dolar AS.

Berdasarkan laporan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah melemah 40 poin menjadi Rp13.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.676 per dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah ditutup melemah seiring kekhawatiran pasar terhadap dampak wabah virus korona. "Pasar mengantisipasi potensi perlambatan ekonomi karena Virus Corona. Ini memberi sentimen negatif ke rupiah," ujar Ariston.

China daratan melaporkan 1.749 kasus baru infeksi Virus Korona pada Selasa (17/2/2020) lalu, kata Komisi Kesehatan Nasional pada Rabu, turun dari 1.886 kasus sehari sebelumnya dan jadi yang terendah sejak 29 Januari.

Angka 1.749 itu mengakumulasi total kasus terkonfirmasi di China daratan hingga kini menjadi 74.185 kasus. Korban tewas akibat Virus Korona di China daratan mencapai 2.004 sampai akhir Selasa, naik 136 dari hari sebelumnya.

Provinsi Hubei, pusat terjangkitnya Virus Korona, melaporkan 132 kematian baru, sementara di ibu kota provinsi Wuhan, 116 orang meninggal.


Editor : Ranto Rajagukguk