Rupiah Hari Ini Melemah ke Rp15.643 per Dolar AS, Ini Pendorongnya
Pedagang terlihat sedikit mengurangi taruhan mereka terhadap penurunan suku bunga bank sentral pada bulan Maret, menurut alat CME Fedwatch. Pasar melihat peluang 62,8 persen untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin, turun dari 66,1 persen yang terlihat sehari sebelumnya.
Dari sisi domestik, Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan (BI-Rate) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2024 di level 6,00 persen. Keputusan menahan suku bunga ini seiring dengan fokus kebijakan moneter yang pro stabilitas.
Selain itu, ini merupakan langkah preemptive dan forward looking untuk memastikan inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3 persen plus minus 1 persen pada 2023 dan 2,5 persen plus minus 1 persen pada tahun 2024.
Ada beberapa alasan BI mempertahankan suku bunga acuannya. Di antaranya, ketidakpastian global masih tetap tinggi. Tekanan inflasi di negara maju terutama Amerika Serikat (AS) yang berlanjut menimbulkan ketidakpastian terkait dengan arah suku bunga kebijakan global ke depan.
Tercatat, inflasi AS pada Desember 2023 mencapai 3,4 persen secara tahunan, naik dari 3,1 persen pada November 2023. Penurunan harga energi global, tertahan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama terkait gangguan di Laut Merah.
Berdasarkan data diatas, mata uang rupiah hari ini melemah, selanjutnya untuk perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan kemudian ditutup lanjutkan pelemahan di rentang Rp15.630-Rp15.690.
Editor: Aditya Pratama