Ancaman Gelombang Kedua Covid-19, Eropa Berpotensi Alami Resesi Ganda
AMSTERDAM, iNews.id - Eropa tengah bergulat dengan ancaman gelombang kedua infeksi virus corona yang dapat menimbulkan kerusakan signifikan pada ekonomi kawasan. Sejumlah pihak mengatakan ada peluang ekonomi bisa jatuh ke dalam resesi double-dip atau penurunan ganda, yakni resesi, lalu pemulihan singkat dan kemudian resesi lagi.
Zona euro, area yang mengadopsi mata uang tunggal, telah mengalami penurunan ekonominya sebesar 11,8 persen pada kuartal II tahun ini. Angka itu mengonfirmasi resesi setelah penurunan pada kuartal I minus 3,7 persen akibat penguncian ketat. Para ekonom sebelumnya memperkirakan rebound pada paruh kedua tahun ini, tetapi sekarang tampaknya akan berbeda. Seiring banyaknya pemerintah yang mengumumkan pembatasan aktivitas baru.
“Terlihat jelas ada kemungkinan penurunan ganda, yaitu kontraksi berulang pada kuartal keempat tahun ini, gambaran itu terlihat meningkat secara signifikan,” ujar kepala ekonom di ING, Carsten Brzeski dikutip dari CNBC Jumat (25/9/2020).
Brzeski memperkirakan lebih banyak penutupan wilayah dalam beberapa minggu mendatang, seperti yang sudah terlihat di Madrid, Spanyol, Lyon Prancis. Tak jauh berbeda dengan Brzeski, kepala ekonom bisnis di IHS Markit, Chris Williamson juga mengatakan ada risiko besar penurunan ganda pada kuartal keempat di Eropa tahun ini.
Uni Eropa Soroti 7 Negara karena Tingkat Kematian Pasien Covid-19 Naik
“Ada risiko besar penurunan ganda saat kita menuju ke kuartal keempat, jelas ada lebih banyak pembatasan yang diperketat di beberapa wilayah dan itu benar-benar akan mengekang pertumbuhan,” kata Williamson.
Pemulihan tampaknya terhenti di zona euro pada bulan September. Indeks komposit PMI (indeks manajer pembelian) zona euro, yang mengukur manufaktur dan jasa, berada di 50,1, hanya sedikit mendorong ke wilayah ekspansi. Angka awal terbaru ini menunjukkan aktivitas ekonomi terendah dalam tiga bulan terakhir di wilayah tersebut.
Editor: Ranto Rajagukguk