Anggaran Gaji dan Tukin PNS di APBN 2022 Hanya Rp266,41 Triliun

Rina Anggraeni ยท Senin, 16 Agustus 2021 - 20:03:00 WIB
 Anggaran Gaji dan Tukin PNS di APBN 2022 Hanya Rp266,41 Triliun
Ilustrasi gaji dan tunjangan kinerja untuk PNS.

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan anggaran belanja untuk gaji dan tunjangan kinerja (tukin) pegawai negeri sipil (PNS) dalam APBN 2022 sebesar Rp266,41 triliun. Anggaran tersebut lebih rendah jika dibandingkan alokasi tahun ini yang tercatat mencapai Rp267,96 triliun. 

Dijelaskan, anggaran sebesar Rp266,41 triliun digunakan untuk pembayaran gaji dan tukin bagi aparatu negara sesuai dengan capaian reformasi birokrasi dari masing-masing K/L.

"Pada Tahun 2022, anggaran untuk belanja pegawai K/L dialokasikan sebesar Rp266,41 triliun," bunyi kutipan Buku Nota Keuangan Rencana APBN 2022, yang disampaikan pemerintah, Senin (16/8/2021).

Disebutkan, berbagai belanja pemerintah memang ditujukan untuk kesehatan dan bantuan sosial. Tentu kesehatan penting. Namun bantuan sosial yang diperluas, dalam hal ini untuk membantu yang mengalami hardship, kemudian untuk membantu disektor pangan dan pendidikan dan yang membantu yang mengalami tekanan di sektor tenaga kerja.

"Jadi sosial safety net atau jaring sosial pengaman kita di ekspansi baik dari jumlah penerimanya maupun manfaat penerimaannya," bunyi pernyataan Kemenkeu. 

Konsumsi masyarakat diharapkan tetap menjadi komponen utama yang mendukung kinerja ekonomi dengan didukung penguatan dan penyempurnaan program perlindungan sosial secara efektif dan tepat sasaran bagi masyarakat miskin dan rentan miskin agar tetap dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. 

Sementara itu, konsumsi Pemerintah akan diarahkan untuk pelayanan publik yang efisien disertai upaya memperkuat spending better. Di sisi lain, berbagai langkah perbaikan iklim investasi, komitmen Pemerintah terhadap penyelesaian proyek strategis nasional yang memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap perekonomian, serta terjaganya peringkat sovereign credit rating Indonesia akan mendorong kinerja investasi.

Selanjutnya, perbaikan arus investasi akan memperkuat daya saing produk dalam negeri, sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor. Untuk mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah, Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan program dan kebijakan dalam belanja negara.

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: