Bangkit, Kurs Rupiah Ditutup Menguat ke Rp14.580 per Dolar AS
Dalam lelang SUN kemarin, kata Mikail, pemerintah menyerap Rp15 triliun dari total penawaran yang masuk sebesar Rp41,62 triliun.
Apresiasi rupiah, lanjut dia, juga terbantu oleh sentimen eksternal mengenai kemungkinan terjadinya kompromi antara Italia dan Komisi Uni Eropa untuk memutuskan besaran defisit belanja negara Italia tahun depan.
"Situasi itu membuat mata uang euro dan pound sterling menguat terhadap dolar AS, dan berdampak positif pada sejumlah mata uang di kawasan Asia," ujarnya.
Sementara itu, Analis senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan pergerakan rupiah relatif masih terbatas menyusul masih adanya sentimen perang dagang AS dan China serta antisipasi gagalnya titik temu kesepakatan dagang dalam pertemuan G-20.
"Situasi itu masih akan berdampak positif terhadap dolar AS ke depannya," katanya.
Editor: Rahmat Fiansyah