Berjasa di Bidang Infrastruktur, Menteri Basuki Dapat Gelar Doktor Kehormatan dari ITB

Aditya Pratama · Kamis, 16 Januari 2020 - 11:14 WIB
Berjasa di Bidang Infrastruktur, Menteri Basuki Dapat Gelar Doktor Kehormatan dari ITB

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono mendapatkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari ITB. (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

BANDUNG, iNews.id - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono mendapatkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Gelar tersebut diberikan kepada Basuki dalam bidang pengembangan, pembangunan dan pengelolaan infrastruktur, khususnya dalam bidang sumber daya air dan infrastruktur tahan gempa.

Pemberian gelar Doktor Kehormatan diberikan oleh Rektor ITB Prof Kadarsah Suryadi pada Sidang Terbuka Institut Teknologi Bandung di Aula Barat, Kampus ITB Jalan Ganesa, Nomor 10 Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (16/1/2020). Ketua Tim Promotor Prof Indratmo Soekarno mengatakan, ITB memberikan gelar Doktor Kehormatan sebagai penghargaan dan penghormatan kepada seseorang yang telah terbukti memberikan sumbangan nyata, menonjol, dengan dampak luar biasa dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni bagi perkembangan kebudayaan bangsa dan kemanusiaan.

"Dengan pemberian gelar Doktor Kehormatan ini, ITB berharap dapat mendorong masyarakat dan bangsa Indonesia untuk berprestasi dan memberikan sumbangan bagi pengembangan IPTEK, seni atau kemanusiaan,” ujar Indratmo dalam Laporan Pertanggungjawaban Akademik Tim Promotor di Bandung, Kamis (16/1/2020).

Indratmo menambahkan, Basuki memiliki peranan sangat penting dalam bidang infrastruktur sumber daya air dan infrastruktur tahan gempa. Bahkan yang bersangkutan telah berhasil menyelesaikan berbagai pembangunan infrastruktur yang sangat kompleks di dalam pelaksanaannya.

"Pembangunan infrastruktur ini selain meningkatkan pemerataan pembangunan dan mengurangi disparitas antarwilayah juga untuk meningkatkan perekonomian dan penciptaan lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing bangsa," kata dia.

Dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi, Basuki telah membangun berbagai infrastruktur di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk beberapa infrastruktur yang telah dibangun di kampus ITB Jatinangor. Pada sidang terbuka pemberian gelar kehormatan ITB tersebut, Basuki Hadimuljono juga menyampaikan orasi ilmiahnya dengan judul “Mengejar Ketertinggalan Infrastruktur Sumber  Daya Air, Meningkatkan Daya Saing Bangsa.”

Pada orasi ilmiahnya, Basuki menyampaikan pentingnya untuk memahami tentang arti penting air, tantangan-tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air, kebijakan-kebijakan dan penerapan kebijakan tersebut yang telah, tengah dirancang dan akan diterapkan guna meningkatkan daya saing bangsa.

Dia menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya air terbesar kelima di dunia. Hasil perhitungan terbaru yang dilakukan oleh Kementerian PUPR yang didasarkan data curah hujan, kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS), serta pemodelan Rainfall-Runoff menunjukkan bahwa ketersediaan air permukaan rata-rata tahunan Indonesia adalah sebesar 2,78 triliun m3/tahun tersebar di 128 wilayah sungai Indonesia

"Potensi air tanah pada Cekungan Air Tanah (CAT) di Indonesia juga cukup besar. Jumlah CAT terdata sebanyak 421 buah, dengan potensi lebih dari 500 Milyar m3/tahun dengan luas total 907 ribu KM atau 47,2 persen dari luas daratan," ucap Basuki.

Basuki juga menyampaikan, RUU Sumber Daya Air yang telah ditandatangani pada tanggal 15 Oktober 2019 oleh Presiden Joko Widodo dan ditetapkan sebagai UU nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang baru harus diikuti, dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh pihak.

"Kehadiran undang-undang tersebut bertujuan agar sumber daya air kita dapat lestari keberadaannya, dapat digunakan secara optimum dan berkelanjutan, serta dapat dikendalikan daya rusak yang terkandung di dalamnya. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, sejumlah tantangan harus bisa kita atasi bersama," ujar Basuki.

Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Presiden ke-12 M Jusuf Kalla, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Arifin Panigoro, mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara.

Lalu, mantan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Soenarno, Erna Witoelar, mantan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Editor : Ranto Rajagukguk