Cegah Covid-19 Varian Omicron, WNI yang Pulang dari 11 Negara Ini Akan Dikarantina 14 Hari

azhfar muhammad ยท Minggu, 28 November 2021 - 20:00:00 WIB
 Cegah Covid-19 Varian Omicron, WNI yang Pulang dari 11 Negara Ini Akan Dikarantina 14 Hari
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. (foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan ada 11 negara yang masuk zona merah Covid-19 varian Omicron.

Adapun ke-11 negara tersebut adalah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong

Terkait dengan itu, bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang pulang dari 11 negara tersebut, pemerintah mengizinkan masuk ke Indonesia, namun dengan menjalani karantina ketat selama 14 hari. 

“Untuk menyikapi perkembangan tersebut, pada hari ini, Pemerintah mengumumkan kebijakan sebagai berikut, untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan dari negara-negara pada poin diatas akan dikarantina selama 14 hari,” kata Menko Luhut, dalam konferensi Virtual, Minggu (28/11/2021). 

Dia menjelaskan, pemerintah melakukan pengetatan bagi pelaku perjalanan internasional, baik warga Negara Asing (WNA) maupun WNI , untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron yang berasal dari Afrika dan sudah masuk ke Asia, tepatnya di Hong Kong. 

Terkait dengan itu, pemerintah melarang WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke-11 negara tersebut untuk masuk ke Indonesia. 

Tak hanya itu, pemerintah juga menambah waktu karantina bagi WNA dan WNI yang datang  dari luar negeri di luar ke-11 negara zona merah Covid-19 varian Omicron menjadi 7 hari dari sebelumnya 3 hari.

“Kebijakan karantina pada poin yang disampaikan tadi.  Kami akan berlakukan mulai 1 X 24 jam 29 November 2021 pukul 00.01,” ujar Menko Luhut.

Dia menyebutkan, daftar negara-negara yang dilarang masuki ke Indonesia tersebut bisa bertambah atau berkurang berdasarkan evaluasi secara berkala yang dilakukan Pemerintah.

“Nanti pemerintah melalui  Kementerian Kesehatan juga akan meningkatkan tindakan genomic sequencing, terutama dari kasus-kasus positif yang dari riwayat perjalanan ke luar negeri untuk mendeteksi varian omicron ini,” tutur Luhut. 

Editor : Jeanny Aipassa

Bagikan Artikel: