Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pemulihan Ekonomi China Melambat dampak Aktivitas Pabrik Lanjutkan Kontraksi
Advertisement . Scroll to see content

China Berhasil Uji Coba Kereta Maglev Berkecepatan 1.000 Km per Jam

Senin, 05 Maret 2018 - 07:18:00 WIB
China Berhasil Uji Coba Kereta Maglev Berkecepatan 1.000 Km per Jam
Kereta Super Maglev keluar dari Pudong International Airport, Shanghai, China. (Foto: Wikimedia)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - China berhasil melakukan uji coba terhadap kereta api berteknologi levitasi magnetik (maglev) yang melaju dengan kecepatan hingga 1.000 kilometer per jam.

Namun para pakar di negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu mengingatkan beberapa persoalan teknis masih membutuhkan penanganan serius sebelum kereta berjuluk "super maglev" itu dioperasikan.

Purwarupa kereta di lintasan 45 meter sedang dikembangkan Deng Zigang dan timnya di laboratorium Southwest Jiaotong University, Chengdu, Provinsi Sichuan, sebagaimana tayangan CCTV, saluran televisi resmi China, Senin (5/3/2018).

Kereta tersebut menggabungkan dua teknologi, yakni teknologi maglev yang berarti mengurangi gesekan roda dengan rel dan evakuasi tabung gerbong untuk mengurangi gesekan dengan udara, demikian tesis Deng dan timnya yang dipublikasikan di laman Institute of Electrical and Electronics Engineers, asosiasi para profesional berkantor pusat di Amerika Serikat.

Deng dan timnya mengurangi tekanan udara serendah mungkin hingga 2,6 centibar atau 2,9 kilopaskal unit tekanan dalam eksperimen pada garis tengah 6 meter saat uji laju berkecepatan 50 kilometer per jam.

Perlu diketahui bahwa tekanan atmosfir bumi standarnya 101,32 kilopaskal.

Penemuan tersebut kedengarannya sangat dahsyat. Namun masih banyak persoalan teknis yang dihadapi, seperti faktor keselamatan dan biaya sebagaimana dikemukakan Sun Zhang, seorang profesor dan pakar perkeretaapian dari Shanghai Tongji University.

"Kereta api itu harus bisa berhenti kapan saja diperlukan. Hal itu bisa dilakukan di ruang terbuka dengan memanfaatkan resistensi udara. Namun akan menjadi persoalan karena tabung hampa (di teknologi tersebut) tidak ada resisteni udaranya," katanya sebagaimana dikutip Global Times.

"Bagaimana jika tabung aus dan udara masuk ke sistem teknologi itu? Bukankah ini akan menjadi persoalan lain?" ujar Sun mengingatkan.

Dalam teknologi perkeretaapian, China terus berupaya keras bisa menyaingi Jepang. Pada 2015, Jepang telah berhasil menjalankan kereta maglev dengan kecepatan maksimum 603 kilometer per jam, seperti laporan The Guardian, surat kabar harian asal London, Inggris.


Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut