Dari 3 Juta, Hanya 700.000 Pekerja Konstruksi yang Bersertifikat
Kementerian PUPR pada 2019 mendatang berharap bisa memberikan sertifikasi kepada 1 juta pekerja konstruksi. “Target 2019, sekitar 1 jutaan kalau enggak salah,” ujarnya.
Kendala dari minimnya para pekerja yang bersertifikat tersebut karena permintaan akan kebutuhan pekerja yang banyak serta cepat untuk menyelesaikan target proyek pemerintah sehingga mau tidak mau Kementerian PUPR mencoba menjemput bola.
“Sebenarnya proses pendaftaran untuk sertifikasi bisa dilakukan melalui online. Tapi, kebanyakan kita datang ke tempat mereka. Kalau mereka melakukan sertifikasi di Jakarta, mereka akan kehilangan waktu beberapa hari untuk memacu progres. Satu site saja dibutuhkan 1.000 sampai 2.000 pekerja,” katanya.
Proses untuk mendapatkan sertifikasi sendiri, menurut dia, tidak membutuhkan waktu yang lama. Untuk kalangan mandor saja, lanjut dia, hanya memakan waktu tiga hari setelah melalui beberapa proses, yaitu tes tertulis, tes fisik, serta kesehatan.
“Proses sertifikasinya minimal paling cepat tiga hari. Ada tes tertulis, fisik, kesehatan. Mandor yang paling cepat,” ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk