Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cadangan Devisa RI Naik Jadi 156,5 Miliar Dolar AS per Desember 2025, Ini Penyebabnya
Advertisement . Scroll to see content

Daya Beli Lesu, Harga Rumah Tetap Naik

Jumat, 09 Februari 2018 - 13:38:00 WIB
Daya Beli Lesu, Harga Rumah Tetap Naik
Ilustrasi (Foto: Okezone.com)
Advertisement . Scroll to see content

Kendati penyebab naiknya harga rumah disebabkan bahan bangunan dan upah, responden menyatakan, faktor utama yang membuat orang enggan membeli rumah adalah tingginya suku bunga KPR (20,11 persen), tingginya uang muka (down payment/DP) rumah (18,72 persen), pajak (15,73 persen), lamanya perizinan (13,92 persen), dan kenaikan harga bangunan (12,39 persen). Mengenai suku bunga KPR, rata-rata suku bunga tertinggi terjadi di Gorontalo yaitu 13,95 persen per tahun sementara suku bunga KPR terendah ada di Yogyakarta yakni 10,18 persen per tahun.

KPR memang masih menjadi fasilitas favorit para pembeli atau calon pembeli rumah. Sekitar 76 persen responden mengaku menggunakan KPR untuk membeli rumah sementara 16,77 persen menggunakan uang tunai bertahap dan sisanya 7,3 persen menggunakan uang tunai langsung dalam membeli rumah.

Berbeda dengan harga rumah, biaya sewa tempat tinggal justru tercatat tumbuh sedikit melambat. Pada kuartal IV-2017, biaya sewa naik 0,33 persen, lebih lambat dibandingkan kuartal III-2017 yang naik 0,35 persen.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut