Di Sukabumi, Menteri Amran Lepas Ekspor Manggis ke China

Isna Rifka Sri Rahayu · Kamis, 21 Februari 2019 - 13:40 WIB
Di Sukabumi, Menteri Amran Lepas Ekspor Manggis ke China

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat ke China. Volume ekspor tersebut mencapai 92 ton dengan nilai Rp2,76 miliar. (Foto: Ist)

SUKABUMI, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas ekspor manggis dari Sukabumi, Jawa Barat ke China. Volume ekspor tersebut mencapai 92 ton dengan nilai Rp2,76 miliar.

Amran mengatakan, Indonesia merupakan salah satu negara produsen manggis terbesar di dunia. Indonesia berada di peringkat kelima dunia setelah India, China, Kenya, dan Thailand. Sekitar 25 persen produksi manggis telah diekspor ke berbagai negara.

Data BPS menunjukkan volume ekspor manggis pada 2018 sebesar 38.830 ton, naik 324 persen dibandingkan 2017 yang hanya 9.167 ton. Nilai ekspor tersebut mencapai Rp474 miliar, naik 778 persen dibandingkan 2017 Rp54 miliar.

"Ini merupakan peningkatan yang sangat besar, karena kami membuat akses langsung pasar dari Indonesia ke China, Hongkong, dan berbagai negara tujuan lainnya. Dulu transit dulu ke Malaysia, baru ke negara tujuan eksopor. Itu point pentingnya. Artinya apa? Kesejahteraan petani meningkat karena added value dinikmati petani," kata Amran, dikutip Kamis (21/2/2019).

Dia menekankan sektor pertanian tidak hanya mencakup komoditas padi dan jagung. Di sektor pertanian, kata dia, ada 460 komoditas. Perbaikan di sektor pertanian, sambung Amran, terlihat dari ekspor komoditas pertanian yang naik 29 persen sepanjang 2016-2018. Nilai ekspor 2018 mencapai Rp499,3 triliun, naik dibandingkan 2016 yang sebesar Rp384,9 triliun.

"Ini kenaikan yang luar baisa, kenaikan yang sangat tajam yang dilakukan pemerintah terhadap petani. Ini yang harus diketahui publik. Jangan dipersepsikan bahwa pertanian itu cuma beras, jagung, di situ persoalannya. Padahal ada 460 komoditas pertanian," kata Amran.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil mengatakan sepanjang tahun lalu, Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok telah memberikan layanan sertifikasi untuk ekspor manggis sebanyak 16.271 ton senilai 448, 127 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor manggis dari Sukabumi mencapai 2.211 ton senilai Rp66,33 miliar.

"Kontribusi kabupaten Sukabumi terhadap total ekspor manggis selama tahun 2018 kurang lebih 13,59 persen dari total ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok," kata Ali.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi optimistis ekspor hortikultura khususnya manggis akan terus meningkat ke depan. Sesuai arahan Mentan, pihaknya mendorong mendorong kawasan sentra manggis terbesar seperti Jawa Barat, Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB maupun Banten.

Suwandi menambahkan, Kementan juga akan meningkatkan kualitas mutu manggis dan registrasi kebun. Bantuan bibit manggis sepanjang 2019 telah disiapkan sekitar 211 ribu batang. Selain itu, iziz ekspor juga dipercepat.

"Ini dokumen ekspor benih hortikultura pun tidak lagi berhari-hari atau berbulan bulan, sangat cepat, hanya 3 jam bila dokumennya clear and clean," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah