Dicecar soal TKA China di Konawe, Ida Fauziyah: Ingin Nangis Jadinya

Kiswondari ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 21:50 WIB
Dicecar soal TKA China di Konawe, Ida Fauziyah: Ingin Nangis Jadinya

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Antara))

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah ingin menangis saat Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mempertanyakan kedatangan 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China di Konawe, Sulawesi Tenggara. Tak puas dengan jawaban Ida, sejumlah anggota mencecar dan meminta alasan detail pemberian izin TKA asal China tersebut.

Respons sedih Ida berawal dari komentar Anggota Komisi IX Intan Fauzi. Politisi ini berpendapat pemberian izin TKA China tak memiliki urgensi. 

Selain itu, Intan sedikit heran tentang dibolehkannya TKA China bekerja di sana jika spesifikasi pekerjaan dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Pasalnya, kedatangan TKA menjadi perhatian penting, mengingat masih banyak tenaga kerja Indonesia yang menganggur.

“Saya penasaran karena itu menyangkut nurani kita semua. Spesifikasi dan pekerjaan karena itu menyangkut pekerjaan tertentu kalau jangka waktu tertentu dan lain sebagainya. Spesifikasi jabatan tertentu mohon dijawab,” ujar Intan dalam rapat kerja (raker) Komisi IX DPR, Jakarat, Rabu (8/7/2020).

Wakil Ketua Komisi IX DPR Ansor Siregar juga mencecar Ida. Dia keheranan isu sensitif seperti ini tetap dijalankan meski ada pandemi virus corona (Covid-19).

Ansor menuturkan, Komisi IX DPR juga telah memberi rekomendasi larangan TKA China masuk Indonesia. Namun, pemerintah tetap bersikeras memasukkan TKA tersebut.

“Kalau urgensi, jangan dulu menyakiti hati bangsa, ada waktu yang tepat. Ini belum saatnya untuk ini (mendatangkan TKA),” tuturnya.

Ida pun merespons singgungan anggota DPR tentang hati nuraninya saat mendatangkan TKA asal China. “Kalau bicara nurani kayaknya kita semua punya hal yang sama. Saya kira ini, ingin nangis jadinya. Kita bisa mengatasnamakan nurani dengan secara proporsional tentu saja.

Perdebatan berhenti saat Anggota Komisi IX Darul Siska mengusulkan persoalan TKA tidak dibahas lebih jauh lagi. Pasalnya, dia khawatir isu pokok rapat ini justru tidak terjawab akibat perdebatan TKA yang panjang. 

“Saya usul konkret, kalau perlu kita bentuk tim lihat apa yang mau diinstal di sana. Menurut saya itu enggak bisa dijelaskan di sini, bapak-bapak bukan ahlinya. Bu menteri jangan diperdalam dulu, kita enggak akan ketemu di situ. Kita lihat sendiri ke Konawe pekerjaan apa yang tidak bisa dilakukan orang Indonesia. ujarnya. 

Editor : Ranto Rajagukguk