Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kementerian ESDM Sita 50.000 Ton Batu Bara di Kutai Kartanegara, Diduga Ilegal
Advertisement . Scroll to see content

Erupsi, Begini Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu

Jumat, 26 Juli 2019 - 19:10:00 WIB
Erupsi, Begini Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu
Erupsi Gunung Tangkuban Parahu. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG BARAT, iNews.id - Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat erupsi dengan kolom abu setinggi 200 meter di atas puncak Jumat (26/7/2019) sore. Dilihat dari sejarahnya, gunung ini telah mengalami erupsi belasan kali.

Berdasarkan catatan Badan Geologi Kementerian ESDM, gunung yang berlokasi di perbatasan Kabupaten Bandung Barat dan Subang ini pertama kali erupsi pada abad ke-19, tepatnya tahun 1829. Saat itu, terjadi erupsi abu dan batu di Kawah Ratu dan Domas. Sementara terakhir kali terjadi aktivitas vulkanik pada tahun 2004.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh van Bemmelen yang dikutip Kusumadinata, Gunung Tangkuban Parahu tumbuh di dalam Kaldera Sunda sebelah timur. Selama ini, erupsi yang terjadi di gunung tersebut hanya erupsi kecil.

"Berdasarkan pengalaman sejak abad ke 19, gunungapi ini tidak pernah menunjukkan erupsi magmatik besar kecuali erupsi abu tanpa diikuti oleh leleran lava, awan panas ataupun lontaran batu pijar," tulis Badan Geologi Kementerian ESDM.

Gunung tersebut juga beberapa kali mengalami erupsi freatik. Erupsi ini biasanya diikuti oleh peningkatan suhu solfatara dan fumarola di beberapa kawah yang aktif yaitu Kawah Ratu, Kawah Baru, dan Kawah Domas.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut