Erupsi, Begini Sejarah Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu
"Material vulkanik yang dilontarkan umumnya abu yang sebarannya terbatas di sekitar daerah puncak hingga beberapa kilometer. Semburan lumpur hanya terbatas di daerah sekitar kawah," tulisnya.
Meski begitu, asap putih solfatara dan fumarola kadang diikuti oleh peningkatan gas-gas vulkanik beracun CO dan CO2. Untuk itu, warga harus tetap waspada, terutama apabila akumulasi gas-gas racun di sekitar kawah aktif semakin tinggi.
Berikut sejarah erupsi Gunung Tangkuban Parahu. Jarak antar letusan berkisar antara 2-50 tahun sekali:
1829 Erupsi abu dan batu dari Kawah Ratu dan Domas.
1846 Terjadi erupsi, peningkatan kegiatan
1896 Terbentuk fumarol baru di sebelah utara kawah Badak.
1900 Erupsi uap dari Kawah Ratu
1910 Kolom asap membubung setinggi 2 km di atas dinding kawah, erupsi berasal dari Kawah Ratu
1926 Erupsi freatik di Kawah Ratu membentuk lubang Ecoma
1935 Lapangan fumarol baru disebut Badak terjadi, 150 m ke arah selatan baratdaya dari Kawah Ratu
1952 Erupsi abu didahului oleh erupsi hidrothermal (freatik)
1957 Erupsi freatik di Kawah Ratu, terbentuk lubang kawah baru
1961, 1965, 1967 Erupsi freatik
1969, 1971 Erupsi freatik didahului oleh erupsi lemah menghasilkan abu
1983 Erupsi freatik
1992 Awan abu membubung setinggi 159 m di atas Kawah ratu
1994 Peningkatan kegiatan kuat dengan gempa seismik dangkal dengan erupsi freatik kecil
2004 peningkatan kegempaan
Editor: Rahmat Fiansyah