Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor SDA 2027, Eksportir Tetap Bisa Jual Langsung
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Mantan Gubernur Bank Indonesia itu menambahkan, tren pertumbuhan ekspor juga terus meningkat secara bulanan. Artinya, kata dia, data ekonomi tersebut menegaskan bahwa pemulihan ekonomi domestik berada pada jalur yang benar.

"Kalau Anda lihat investasi juga membaik. Ekspor impor membaik. Artinya ekonomi memang membaik. Enggak ada arti lain. Kalau ada yang mengartikan lain, itu aneh,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, seluruh jenis barang impor mengalami kenaikan masing-masing sebesar 16,61 persen untuk bahan baku atau penolong, 27,73 persen untuk barang modal, dan 31,15 persen untuk barang konsumsi.

Porsi impor bahan baku mendominasi sebesar 11,15 miliar dolar AS dengan porsi 73,57 persen diikuti barang modal sebesar 2,64 miliar dolar AS (17,44 persen) dan barang konsumsi senilai 1,36 miliar dolar (8,99 persen). Secara keseluruhan, impor pada bulan lalu mencapai 15,51 miliar dolar AS.

Sementara dilihat dari jenis barang, peningkatan impor non-migas terbesar selama bulan November 2017 secara month-to-month adalah kelompok mesin dan pesawat mekanik sebanyak 378,5 juta dolar AS, peralatan listrik 168,2 juta dolar AS, perangkat optik sebesar 77,9 juta dolar, gandum 67,9 juta dolar AS, kembang gula 49 juta dolar AS, dan kapas 32 juta dolar AS.

Editor: Ranto Rajagukguk

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut