Ini Alasan Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat

Rully Ramli ยท Minggu, 08 September 2019 - 19:45 WIB
Ini Alasan Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat

BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Iuran BPJS Kesehatan berpotensi naik tahun depan. Kenaikan tertinggi terjadi pada kategori peserta mandiri yang naik hingga dua kali lipat.

Untuk peserta mandiri, kenaikan kelas III naik 65 persen menjadi Rp42.000. Sementara untuk kelas II dan kelas I naik 100 persen masing-masing menjadi Rp110.000 dan Rp160.000.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti mengatakan, salah satu alasan utama kenaikan itu untuk mengimbangi klaim peserta mandiri yang sangat besar.

"Perlu diketahui bahwa peserta mandiri adalah penyebab defisit JKN terbesar," kata dia dalam keterangan tertulis, Minggu (8/9/2019).

BACA JUGA:

Tunggakan Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Tembus Rp15 Triliun

Ini Besaran Iuran BPJS Kesehatan yang Diusulkan Berlaku Tahun Depan

Kemenkeu mencatat, total iuran dari peserta mandiri sebesar Rp8,9 triliun sementara total klaim peserta mandiri mencapai Rp27,9 triliun. Dengan demikian, claim ratio dari peserta mandiri mencapai 313 persen.

"Seharusnya kenaikan iuran peserta mandiri lebih dari 300 persen," ujar dia.

Frans memastikan, pemerintah mempertimbangkan tiga hal sebelum menaikkan iuran peserta mandiri. Pertama, kemampuan peserta dalam membayar iuran, lalu upaya memperbaiki keseluruhan sistem JKN sehingga terjadi efisiensi, dan gotong royong dengan peserta pada segmen lain.

"Intinya adalah pemerintah sangat memperhitungkan agar kenaikan iuran tidak sampai memberatkan masyarakat dengan berlebihan," kata Nufransa.

Selain tingginya angka claim ratio, peserta mandiri juga masih tidak patuh membayar iuran. Hingga 2018 jumlah peserta mandiri yang aktif membayar iuran hanya 53,7 persen. Ketidakpatuhan ini kemudian menimbulkan tunggakan iuran hingga Rp15 triliun.


Editor : Rahmat Fiansyah