Kejar Target Pendapatan Negara Rp1.916 Triliun, Sri Mulyani Seperti Ikut Lari Maraton

Michelle Natalia ยท Kamis, 18 November 2021 - 12:35:00 WIB
Kejar Target Pendapatan Negara Rp1.916 Triliun, Sri Mulyani Seperti Ikut Lari Maraton
Menkeu Sri Mulyani mengatakan seperti ikut lari maraton mengejar target pendapatan negara Rp1.916 triliun hingga akhir tahun ini.

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menargetkan pendapatan negara hingga akhir 2021 akan tumbuh 16,3 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau Rp1.916 triliun dari target dalam APBN senilai Rp1.743,6 triliun.

Sementara realisasi pendapatan negara tahun lalu sebesar Rp1.647,7 triliun atau 96,9 persen dari target sebesar Rp1.699,9 triliun. Realisasi itu turun 15,9 persen (yoy), yaitu Rp312,8 triliun dari 2019.

“Pendapatan negara kita proyeksikan akan mencapai 16,3 persen growth-nya. Nominalnya sekitar Rp1.916 triliun. Kita akan lihat nanti, komponennya akan kita identifikasi,” kata dia di Jakarta, Kamis(18/11/2021).

Adapun pendapatan negara hingga Oktober meningkat 18,2 persen secara yoy, dari Rp1.277 triliun menjadi Rp1.510 triliun. Karena itu, kata dia, pemerintah akan mengejar proyeksi pertumbuhan pendapatan negara sebesar 16,3 persen tersebut dalam satu setengah bulan terakhir ini dengan memetakan komponen penunjangnya.

“Tentu satu setengah bulan terakhir ini saya seperti ikut lari maraton. Ini adalah the last mile yang sangat penting,” ujarnya.

Sri Mulyani menuturkan, konsumsi masyarakat yang merupakan salah satu komponen pendorong pendapatan negara masih cukup resilient bahkan di tengah adanya pandemi Covid-19 varian Delta.

"Varian Delta memang telah menurunkan konsumsi masyarakat yang awalnya di atas 5 persen menjadi hanya sekitar 1 persen, namun underlying activity masyarakat tidak berhenti," ucap dia.

Dari sisi belanja negara, Sri Mulyani mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar seluruh kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah untuk terus mendorong belanja sesuai yang telah dianggarkan.

Realisasi belanja negara hingga Oktober 2021 mencapai Rp2.058,9 triliun atau tumbuh 0,8 persen secara yoy dari sebelumnya Rp2.041,8 triliun dan telah mencapai 74,9 persen dari target APBN sebesar Rp2.750 triliun.

Melalui upaya ini maka pemerintah memperkirakan defisit APBN 2021 hanya akan menjadi 5,2 persen sampai 5,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atau sebesar Rp873,6 triliun. Proyeksi defisit anggaran tersebut lebih rendah dibanding asumsi dalam UU APBN 2021 sebesar 5,7 persen PDB atau Rp1.006,4 triliun.

“Nanti masih akan ada barang yang bergerak satu setengah bulan ini. Ini lebih kecil dari yang kita lihat dari UU APBN 2021,” katanya.

Editor : Jujuk Ernawati

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda