Kemenperin Rumuskan Indikator Kesiapan Sektor Manufaktur Menuju Industri 4.0

Dani M Dahwilani ยท Senin, 20 Juli 2020 - 21:45:00 WIB
Kemenperin Rumuskan Indikator Kesiapan Sektor Manufaktur Menuju Industri 4.0
Kemenperin telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam transformasi menuju industri 4.0 (INDI 4.0). (Foto: Kemenperin)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah merumuskan indikator untuk mengukur kesiapan sektor manufaktur dalam transformasi menuju industri 4.0 yang disebut Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0). Hal tersebut merupakan tindak lanjut implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0, yang salah satu tujuannya menciptakan daya saing global.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahardi menyebutkan, sektor industri logam meski tidak termasuk dalam sektor prioritas seperti industri makanan dan minuman, kimia, tekstil, otomotif dan elektronika, tetap harus bertransformasi guna mendukung kesiapan menuju era digital 4.0. Industri ini merupakan mother of industry.

“Industri logam ini adalah mother of Industry karena produk logam dasar merupakan bahan baku utama yang menunjang bagi kegiatan sektor industri lain, seperti industri otomotif, maritim, elektronika, dan sebagainya,” ujar Doddy dalam ‘End-to-end Industry 4.0 Implementation in Tatalogam Group’ melalui keterangan persnya Senin (20/7/2020).

Dia memaparkan, industri logam selama ini telah memberi kontribusi cukup tinggi bagi perekonomian Indonesia. Sebab itu, implementasi INDI 4.0 yang dilakukan di sektor ini sudah sejalan dengan program Making Indonesia 4.0.

“Pada Januari hingga Mei 2020, sektor industri logam mampu memberikan kontribusi ekspor hingga 9,20 miliar dolar AS. Naik 41 persen dibanding periode yang sama pada 2019 yang hanya mencapai sekitar 6,5 miliar dolar. Ini selaras dengan salah satu strategi dalam program Making Indonesia 4.0, yaitu meningkatkan produktivitas industri yang berorientasi ekspor guna mendorong produk go internasional,” katanya.

Tatalogam Group menjadi manufaktur logam pertama yang menjalani assessment INDI 4.0 BPPI Kemenperin. Assessment kemudian dilanjutkan dengan pendampingan secara online.

Doddy menilai, inovasi yang selama ini dilakukan Tatalogam Group ditambah pendampingan dari BPPI, akan mendorong perusahaan lebih lebih maju. “Jadi Tatalogam ini kan tadi disebutkan sudah melakukan sertifikasi aplikator, sudah memiliki sertifikat dari Amerika, memiliki teknologi yang sudah maju, serta mampu berinovasi di tengah pandemi dengan membuka pasar baru di berbagai negara. Jadi kami harap mereka bisa menjadi lighthouse Indonesia sehingga bisa dijadikan contoh bagi industri lain di bawahnya agar bisa segera menuju era 4.0,” terang Doddy.

Editor : Dani M Dahwilani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda