Kronologi Lengkap Dirut Garuda Selundupkan Harley-Davidson, Libatkan Pegawai

Ilma De Sabrini ยท Kamis, 05 Desember 2019 - 18:05 WIB
Kronologi Lengkap Dirut Garuda Selundupkan Harley-Davidson, Libatkan Pegawai

Moge Harley-Davidson yang diselundupkan lewat pesawat Garuda Indonesia. (Foto: iNews.id/Ilma De Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra alias Ari Askhara (AA) diduga menjadi pelaku penyelundupan moge Harley-Davidson melalui pesawat baru Garuda. AA menginstruksikan SAS untuk membeli motor itu pada 2018.

Berdasarkan laporan Komite Audit Garuda Indonesia yang disampaikan kepada Menteri BUMN Erick Thohir, AA membeli moge tersebut pada April 2018. Ada catatan transfer sejumlah uang kepada manajer keuangan Garuda di Amsterdam, Belanda.

"Dari laporan yang saya dapat dari Komite Audit disebutkan bahwa motor Harley-Davidson itu milik saudara AA," kata Erick di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

BACA JUGA:

Dirut Garuda Dicopot Gara-Gara Penyelundupan Harley Davidson

Harley-Davidson Selundupan Ternyata Milik Dirut Garuda Indonesia

Harley-Davidson yang dipreteli tersebut kemudian diangkut dengan pesawat Garuda jenis Aibus A300-990 Neo. Pesawat baru itu terbang dari Toulouse ke Cengkareng.

Moge tersebut diketahui adalah motor bekas keluaran tahun 1970-an yang dibeli pada April 2019. Di pesawat, claimtag moge itu atas nama SAS. Dalam manifes penumpang, inisial yang paling cocok adalah Satyo Adi Swandhono yang merupakan manajer senior di maskapai pelat merah itu.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, moge atas nama SAS itu berada di bagasi penumpang yang berlokasi di bagian  lambung pesawat. Saat pesawat parkir di hanggar GMF untuk kepentingan seremoni, petugas bea cukai lalu memeriksa isi pesawat tersebut.

Tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan saat memeriksa kabin kokpit dan penumpang, termasuk kargo. Namun saat memeriksa bagasi penumpang, petugas bea cukai menemukan 18 koli dengan rincian 15 koli sparepart Harley-Davidson bekas dalam kondisi terurai dan 3 koli berisi 2 unit Brompton plus aksesoris sepeda.

Awalnya, SAS mengaku membeli moge itu lewat e-Bay. Namun, petugas tidak menemukan identitas si penjual. Pengakuan SAS ini dinilai mencurigakan karena SAS tercatat memiliki utang Rp300 juta untuk renovasi rumah. Padahal, harga moge itu bisa mencapai Rp800 juta.

Akhirnya, AA diduga kuat sebagai pihak yang membeli moge tersebut. Meski nama AA masuk sebagai salah satu dari 22 dalam manifes penumpang, moge tersebut memiliki claimtag SAS. Erick yakin AA menyuruh SAS untuk menyelundupkan moge tersebut.

Aksi penyelundupan itu semakin diperkuat dengan modus mempreteli sparepart motor di bagasi penumpang. Padahal, barang sebesar itu seharusnya masuk kargo pesawat, bukan bagasi penumpang.


Editor : Rahmat Fiansyah