Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Tidak Akan Jatuh di Bawah 5 Persen

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Senin, 09 September 2019 - 21:07 WIB
Luhut Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Tidak Akan Jatuh di Bawah 5 Persen

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan memberikan keterangan kepada pers setelah bertemu dengan Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez di kantornya, Jakarta, Senin (9/9/2019). (Foto: iNews.id/Isna Rifka Sri Raha

JAKARTA, iNews.id - Bank Dunia memperkirakan ekonomi RI akan tumbuh melambat hingga 2022 di bawah 5 persen. Perlambatan dimulai tahun depan sebesar 4,9 persen.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Pandjaitan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap tumbuh di atas 5 persen dalam beberapa tahun ke depan. Menurut dia, proyeksi yang dibuat Bank Dunia tersebut merupakan skenario terburuk.

"Ada beberapa skenario-skenario yang dibuat memang betul tapi Indonesia masih tetap lebih baik dari yang lain," katanya seusai rapat bersama Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez di kantornya, Jakarta, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA:

Ekonomi Global Tak Menentu, Indonesia Jauh Lebih Baik daripada Turki dan Rusia

Menkeu Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Hanya 5,08 Persen

Menko Luhut yakin pemerintah sudah memiliki strategi antisipatif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. "Apabila itu dijalankan dengan baik, maka tidak ada alasan (pertumbuhan ekonomi) kita jatuh di bawah 5 persen," ujarnya.

Pensiunan perwira TNI-AD itu menilai pemerintah akan bergerak cepat setelah Presiden Jokowi kesal mendengar kabar bahwa 33 perusahaan yang hengkang dari China tidak ada satupun yang ke Indonesia.

Pemerintah, kata dia, berencana memangkas banyak aturan yang tidak penting agar investor mau datang ke Indonesia. Salah satu izin yang akan dipangkas dalam waktu dekat yaitu rekomendasi impor.

"Misalnya rekomendasi buat apa rekomendasi? Banyak, misalnya rekomendasi impor gula, impor inilah, buat apa rekomendasi, kalau impor ya impor," ucapnya.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo Chavez mengungkapkan 33 perusahaan yang hengkang dari China lari ke Vietnam sebanyak 23 perusahaan dan sisanya ke Thailand, Meksiko, dan Serbia.

"Tapi tidak ada satupun yang masuk ke Indonesia, dan tentu saja Presiden (Jokowi) ingin investasi banyak masuk ke negara ini karena akan menciptakan lapangan kerja bagi orang Indonesia," ucapnya.

Menurut Rodrigo, hal ini terjadi lantaran Indonesia bukan menjadi bagian dari rantai pasok global, sehingga investasi yang masuk ke Indonesia bakal lebih sedikit. Salah satu penyebab perusahaan tidak menjadikan Indonesia sebagai bagian dari rantai pasok global yaitu rumitnya proses impor.


Editor : Rahmat Fiansyah