Menaker Ida Fauziyah Sebut Ada 2,25 Juta Angkatan Kerja Baru per Tahun

Antara ยท Kamis, 20 Februari 2020 - 23:31 WIB
Menaker Ida Fauziyah Sebut Ada 2,25 Juta Angkatan Kerja Baru per Tahun

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah melaporkan terdapat sekitar 2,25 juta angkatan kerja baru setiap tahunnya di Tanah Air. Namun, Indonesia masih mempunyai tanggungan 7,05 juta pengangguran berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019.

"Setiap tahun ada 2,25 juta angkatan baru, belum lagi yang masih menganggur sehingga kita perlu memecahkan masalah ketenagakerjaan ini bagi mereka yang belum bekerja," kata dia di Jakarta, Kamis (20/2020).

Selain angkatan kerja baru dan jumlah pengangguran tersebut, dia menyebutkan terdapat pula 8,14 juta kelompok setengah penganggur. Kemudian, 28,41 juta pekerja paruh waktu.

"Jadi ini banyak jumlahnya. Sementara yang bekerja penuh sampai sekarang datanya berada pada angka 45,84 juta," ujar dia.

Terkait data tersebut, jumlah penduduk yang bekerja pada kegiatan informal tercatat 70,49 juta atau sekitar 55,70 persen dari total keseluruhan penduduk yang bekerja. Dari struktur ketenagakerjaan, dia menjelaskan, solusi untuk angka-angka tersebut tidak mudah. 

Oleh karena itu, perlu upaya bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah agar bisa memecahkan persoalan itu. Menurut dia, semua pihak sepakat persoalan pengangguran, setengah pengangguran serta angkatan kerja baru yang butuh pekerjaan harus diselesaikan.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, usaha yang bisa dilakukan ialah dengan memperluas lapangan kerja melalui pemberian kesempatan kerja serta fasilitas kemudahan berusaha. Kesempatan tersebut, kata dia, tentunya dengan syarat tetap menjaga perlindungan dari para pekerja atau buruh dan hal itu tidak boleh dikesampingkan.

"Kita ingin kesempatan yang baru untuk mereka. Tapi yang harus kita ingat ialah tetap menjadikan perlindungan sebagai hal utama bagi mereka yang sudah eksis bekerja," ujarnya.

Editor : Ranto Rajagukguk