Mentan dan Dirut Bulog Kompak Sebut Stok Beras Cukup, Tak Perlu Impor
“Berarti harga impornya naik. Harga lokal turun. Padahal faktanya, kalau kita bandingkan, harga beras impor relatif tidak jauh dengan harga lokal. Selisih impor 2016 dan 2018 itu yang lalu bukan pada era saya. Kita tahu tadi selisihnya Rp1.400 per kg,” ucapnya.
Buwas menilai, mahalnya harga beras impor menjadi biang kerok kenaikan harga beras dalam negeri sehingga pemerintah melakukan operasi pasar agar harga stabil. Oleh karena itu, impor beras seharusnya dihindari.
“Dengan selisih harga yang lebih mahal, kita jadinya operasi pasar. Jadi mahal jika menggunakan beras impor. Itulah mengapa kita menghindari impor. Sementara tadi yang sudah kita lihat itu semua beras lokal, beras dalam negeri. Makanya belum perlu suplai dari Bulog,” ucapnya.
Lebih lanjut Buwas menegaskan, jika melihat stok beras saat ini, kebijakan impor tidak perlu dilakukan. Stok beras di gudang milik Perum Bulog per 14 September 2018 mencapai 2,3 juta ton dan di gudang sewa sebanyak 500.000 ton sehingga totalnya 2,8 juta ton.
Mentan Amran mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) bertanggung jawab pada tingkat produksi sehingga tidak ada alasan untuk menaikkan harga. Dari hasil sidak, di puncak musim kemarau, suplai beras masih normal di Pasar Induk Beras Cipinang, bahkan stok gudang mencapai 47.000 ton.