Mentan Syahrul Yasin Limpo Jamin Stok Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Antara ยท Senin, 17 Februari 2020 - 23:29 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo Jamin Stok Pangan Jelang Ramadan dan Idul Fitri

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menjamin ketersediaan pangan, terutama bahan pokok dapat mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat dalam menghadapi Ramadan sampai Idul Fitri mendatang.

"Menjaga ketersediaan pangan sampai Mei 2020. Prognosa saat ini 11 bahan pokok diperkirakan mencukupi," kata Syahrul dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Senin (17/2/2020).

Syahrul menjelaskan, sejumlah komoditas pangan, seperti bawang putih, daging sapi/kerbau, dan gula pasir masih harus didatangkan melalui impor untuk mencukupi kebutuhan konsumsi.

Kementerian Pertanian (Kementan) juga akan menggelar operasi pasar murah pada Februari sampai bulan-bulan berikutnya guna menjaga stabilitas harga pangan yang rentan mengalami fluktuasi. Komoditas tersebut, yakni bawang putih, daging sapi/kerbau, cabai rawit, cabai merah, gula pasir, dan daging ayam.

"Kementerian Pertanian juga merencanakan pasokan atau produksi dalam negeri melalui daerah sentra produksi cabai, bawang merah dan komoditas hortikultura lainnya," kata Syahrul.

Adapun Kementan telah menargetkan produksi komoditas pangan strategis untuk kebutuhan tahun 2020. Dalam target ini, produksi padi ditargetkan mencapai 59,15 juta ton. Kemudian produksi jagung ditargetkan mencapai 24,17 juta ton, kedelai 420.000 ton, bawang merah 1,66 juta ton, cabai besar 1,35 juta ton dan cabai rawit sebanyak 1,47 juta ton. Di samping itu, Kementan juga menargetkan produksi kopi sebanyak 769.720 ton kakao 771.890 ton dan kelapa 2,8 juta ton.

"Kemudian kami menargetkan populasi sapi sebanyak 18,78 juta ekor yang menghasilkan daging sekitar 4,81 juta ton, serta produksi daging sapi kerbau sebanyak 432.910 ribu ton," tutur Syahrul.

Dengan angka produksi ini, pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras karena ketersediaan periode Januari-Maret mencukupi. Terlebih, stok beras di akhir bulan Desember mencapai 4.514.280 ton. Dari angka tersebut, perkiraan produksi mencapai 14,2 juta ton dengan perkiraan kebutuhan 12,6 juta ton.

Editor : Ranto Rajagukguk