Orang Terkaya di Hong Kong Sumbang Rp75 Miliar untuk Gempa Sulteng

Ade Miranti Karunia Sari ยท Jumat, 05 Oktober 2018 - 14:30 WIB
Orang Terkaya di Hong Kong Sumbang Rp75 Miliar untuk Gempa Sulteng

Li Ka Shing, orang paling kaya di Hong Kong. (Foto: AFP)

JAKARTA, iNews.id - Li Ka Shing, orang paling tajir di Hong Kong sekaligus terkaya nomor 23 di dunia memberikan donasi sebesar 5 juta dolar AS atau setara Rp75 miliar (kurs Rp15.000) untuk korban gempa Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sumbangan tersebut diberikan lewat Li Ka Shing Foundation kepada platform SDG Indonesia One yang baru saja diluncurkan oleh pemerintah Indonesia. Platform ini rencananya akan digunakan untuk membantu daerah-daerah yang terkena bencana alam di Tanah Air.

"Untuk Palu, Donggala dan Sigi, SDGs ini sangat penting karena mengalami tingkat kerusakan yang menyebabkan setback dari indikator-indikator, baik kualitas manusianya sendiri, kualitas di dalam kehidupan, maupun di dalam menciptakan perbaikan ke depannya," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/10/2018).

Menkeu mengatakan, dana penanganan bencana selama ini mengandalkan APBN, terutama dana darurat (on-call) yang disalurkan lewat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Belum lama ini, pemerintah telah mencairkan dana Rp560 miliar untuk menangani korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Oleh karena itu, keberadaan platform SDG Indonesia One penting sebagai alternatif pembiayaan di luar APBN untuk tujuan pembangunan berkelanjutan. Lewat platform ini, investor bisa menyalurkan dana baik dalam bentuk ekuitas maupun hibah.

"Kemudian, bisa menciptakan kalau kamu punya uang tapi nggak punya orang, nggak punya project, kami bisa menyediakan itu. Jadi, dalam konteks itulah mereka bisa ikut, entah dalam bentuk financing, entah dalam bentuk equity. Bahkan kalau mereka ingin memberikan hibah tapi hibahnya khusus menurunkan risiko sehingga banyak lagi financing bisa masuk, itu juga bisa dilakukan," katanya.

Li Ka Shing merupakan pendiri CK Hutchison yang baru saja pensiun dari jabatannya sebagai CEO. Berdasarkan hitungan Forbes, total kekayaan pria berusia 90 tahun itu mencapai 34,9 miliar dolar AS atau setara Rp523,5 triliun.

CK Hutchison merupakan salah satu konglomerasi terbesar di Asia. Di Indonesia, salah satu jejaring bisnisnya ada pada sektor kepelabuhanan yakni PT Jakarta International Container Terminal yang merupakan perusahaan patungan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. 

Editor : Rahmat Fiansyah