Pandemi Corona, 1.266 Hotel di Seluruh Indonesia Tutup Sementara

Muhammad Aulia ยท Selasa, 07 April 2020 - 13:49 WIB
Pandemi Corona, 1.266 Hotel di Seluruh Indonesia Tutup Sementara

Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani. (Foto: Sindo)

JAKARTA, iNews.id – Wabah Covid-19 atau virus corona telah berdampak negatif terhadap berbagai sektor ekonomi nasional. Salah satu yang terkena dampak cukup parah adalah sektor perhotelan di Indonesia.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan hingga Senin sore (6/4/2020) kemarin, sudah ada 1.266 hotel di seluruh Indonesia yang terpaksa tutup akibat wabah Covid-19. Virus korona memegang andil penting dari terjadinya tren tersebut.

“Laporan terakhir yang menyatakan tutup itu 1.266 (hotel) per kemarin sore,” kata Hariyadi, Selasa (7/4/2020).

Hariyadi juga mengakui penutupan hotel-hotel tersebut turut berdampak pada tenaga kerja yang ada di sektor perhotelan. Namun demikian, Hariyadi belum membeberkan detail seberapa banyak tenaga kerja di sektor perhotelan yang terdampak dari adanya penutupan hotel akibat virus korona.

“Jumlah tenaga kerjanya kita belum mendapatkan data yang lebih akurat, tapi kita perkirakan pasti lebih dari 150.000 orang,” ujar Hariyadi.

Sementara untuk sektor restoran, dia menuturkan banyak restoran yang berada di mall tutup sementara karena mengikuti kebijakan pengelola mall yang turut menutup sementara operasionalnya. Hariyadi mengakui jumlah restoran-restoran yang masih buka hingga saat ini cukup terbatas dan mereka berhasil tetap membuka operasionalnya karena dapat melayani pesanan secara online.

“Jadi kalau yang tidak punya customer base banyak, mereka juga tidak bertahan,” tuturnya.

Hariyadi yang juga Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu menambahkan, saat ini pihaknya sudah memiliki koordinasi yang cukup baik dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam merespons masalah terkini di lapangan. Hanya saja, dia menyampaikan sampai saat ini arus uang di industri seperti perhotelan dan restoran cukup terganggu akibat wabah virus corona di Indonesia.

“Masalahnya kan ekonomi berhenti, tidak bisa diapa-apain. Customer tidak datang, tidak ada penjualan, otomatis semua tidak sanggup karena tidak ada cash inflow. Kalau perusahaan tidak ada income kan kita tidak bisa gaji karyawan, nanti THR pasti tidak bisa juga,” ucap Hariyadi.

Editor : Ranto Rajagukguk