Pemerintah Pangkas Anggaran Kartu Prakerja Tahun Depan Jadi Rp10 Triliun

Suparjo Ramalan ยท Selasa, 15 Desember 2020 - 22:18:00 WIB
Pemerintah Pangkas Anggaran Kartu Prakerja Tahun Depan Jadi Rp10 Triliun
Pemerintah mengalokasikan anggaran program Kartu Prakerja pada 2021 sebesar Rp10 triliun. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah mengalokasikan anggaran program Kartu Prakerja pada 2021 sebesar Rp10 triliun. Angka ini lebih kecil daripada anggaran 2020 yang mencapai Rp20 triliun. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, alokasi program Kartu Prakerja akan disesuaikan dengan kondisi atau situasi perekonomian nasional pascapandemi Covid-19. 

"Tentunya yang tahun ini kita selenggarakan dengan dana Rp20 triliun dan tahun depan kita akan kembali ke dana Rp10 triliun karena program bantuan pemerintah disesuaikan dengan situasi dengan harapannya pandemi ini akan turun," ujar Airlangga kepada wartawan, Jakarta, Selasa (15/12/2020). 

Pemerintah menargetkan penyesuaian akan dilakukan pada kuartal II 2021. Di mana, konsep atau desain Kartu Prakerja apakah akan direalisasikan berdasarkan skema awal sebelum pandemi atau elaborasi antara virtual dan fisik. 

Penyesuaian akan dilakukan setelah Kemenko Perekonomian mengevaluasi pelaksanaan program pada kuartal I 2021, serta kondisi setelah proses vaksinasi Covid-19. 

"Kita berharap tahun depan vaksinasi sudah dimulai jadi tentunya program Kartu Prakerja ini kita akan lanjutkan dengan model yang seperti sekarang. Tetapi nanti kita akan evaluasi di kuartal II 2021, apakah di kuartal II kita kembalikan kepada program yang kita rencanakan sebelumnya, dan tentu itu kita lihat dari kuartal I 2021, capaiannya.

Airlangga optimistis jika pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun depan akan kembali bergeliat. Indikator itu, kata dia, bisa dilihat berdasarkan surplus nilai ekspor Indonesia yang mengalami surplus.

Di mana, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai 15,28 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau naik 6,36 persen dari 14,36 miliar dolar AS pada Oktober 2020. Sementara nilai impor mencapai 12,66 miliar dolar AS atau meningkat 17,4 persen dari 10,79 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya.

Indikator lain adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa melesat hingga mencapai rekor 6.800 pada akhir Desember 2021. Prediksi ini disampaikan oleh JPMorgan, perusahaan jasa keuangan global asal AS.

"Kita ketahui bersama capaiannya dari segi ekonomi, kita melihat ada tanda-tanda pemulihan ekonomi yang secara garis besar tadi sudah ada. Ada rilis dari BPS dan ekspor kita juga tinggi kemudian juga terkait dengan kita mengetahui di bursa saham indeks kita sudah berada di atas 6.100 JPMorgan menargetkan kita sudah ada 6.800 di tahun depan," katanya. 

Indikator tersebut di atas, maka kemungkinan besar pemerintah melakukan sejumlah penyesuaian terhadap sejumlah program, termasuk Kartu Prakerja.

Editor : Dani M Dahwilani