Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkeu Lelang 4 Seri SUN Hari Ini, Target Raup Rp33 Triliun
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail mengatakan, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September mendatang membebani mata uang rupiah. Hal itu membuat dolar AS cenderung menguat didorong oleh naiknya pertumbuhan ekonomi AS di triwulan kedua sebesar 4,2 persen dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 4,0 persen.

"Data itu memberikan sinyal positif bagi naiknya inflasi inti di bulan Juli yang diperkirakan sesuai dengan ekspektasi The Fed sebesar 2,0 persen. Hal itu dapat mendorong keyakinan The Fed untuk menaikan tingkat suku bunga di bulan September," ujarnya.

Sementara itu, Research Analyst FXTM, Lukman Otunuga, mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga Amerika Serikat ditambah sentimen masalah dagang global masih membebani mata uang pasar negara-negara berkembang.

"Sentimen saat ini membuat dolar AS stabil dengan kecenderungan menguat," katanya.

Editor: Rahmat Fiansyah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut