Target EBT 23 Persen, Indonesia Perlu Benahi Regulasi dan Tata Kelola Energi

Suparjo Ramalan ยท Jumat, 31 Juli 2020 - 00:38 WIB
Target EBT 23 Persen, Indonesia Perlu Benahi Regulasi dan Tata Kelola Energi

Pembenahan regulasi dan tata kelola penting agar Indonesia bisa mencapai target bauran energi terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan catatan Indonesia perlu membenahi regulasi dan tata kelola pemanfaatan energi. Pembenahan ini penting agar Indonesia bisa mencapai target bauran energi terbarukan (EBT) 23 persen pada 2025.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ego Syahrial mengatakan, dengan regulasi dan tata kelolah yang baik, Indonesia mampu maksimalisasi potensi energi terbarukan. Langkah ini bukan semata-mata menggantikan penggunaan energi fosil, tetapi memberi pengaruh besar terhadap lingkungan.

Dia menjelaskan, jika energi ramah lingkungan berkembang emisi berbahaya akan berkurang, kualitas udara akan meningkat serta akses energi ke daerah dan kawasan Timur Indonesia akan meningkat.

"Selama ini, elektrifikasi di Indonesia mengandalkan energi fosil dan penyalurannya masih belum merata 100 persen, terutama di kawasan Timur Indonesia. Padahal, kawasan timur memiliki sumber daya terbarukan besar," ujarnya, Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Karena itu, lanjut Ego, pihaknya berkomitmen memenuhi target energi terbarukan dan menurunkan emisi. Di mana, Kementerian ESDM tengah mempersiapkan peraturan untuk meningkatkan pengembangan energi terbarukan. Memprioritaskan pemanfaatannya untuk melistriki masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan kawasan terluar, sekaligus menargetkan untuk mengganti semua Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Duta Besar Inggris Untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menyatakan, Indonesia memiliki potensi energi ramah lingkungan terbesar di dunia, yaitu sebesar 442 giga watt (GW) atau sekitar 6,5 kali kapasitas pembangkit saat ini.

Potensi sebesar itu, Indonesia bisa menjadi negara adidaya jika melakukan pemanfaatan dengan tepat. Apalagi, potensi itu baru digunakan 2,15 persennya. Indonesia sendiri punya target mencapai bauran energi terbarukan hingga 23 persen di tahun 2025 nanti.

Owen menyebut, Inggris pun pernah menggunakan energi fosil, namun mereka langsung memanfaatkan peluang energi ramah lingkungan yang mereka punya.

"Indonesia berpotensi menjadi negara adidaya di sektor energi terbarukan. Melihat pengalaman Inggris, kami pernah menggunakan batu bara sebagai sumber energi, namun dalam 2 tahun kami sudah tidak menggunakannya lagi karena berganti ke energi angin dan matahari (solar), dan energi terbarukan itulah yang kami terus kembangkan," ujar Owen.

Editor : Dani Dahwilani