Tunda Proyek Kelistrikan Demi Rupiah, Ini Komentar Menko Luhut
Meski demikian, Luhut belum tahu pasti proyek kelistrikan yang mana saja yang ditunda. Namun, pemerintah tidak akan menunda proyek-proyek itu terlalu lama.
"Ada di (Menteri ESDM) Jonan (list proyek yang ditunda). Tapi saya kira, kita juga tidak bisa postpone (menunda) itu terlalu lama. Jonan akan hitung itu dengan baik," kata dia.
Kementerian ESDM sebelumnya turut menyatakan, ada beberapa proyek strategi nasional di bidang kelistrikan yang perlu diatur ulang. Hal ini untuk kurangi tingkat impor yang membebani rupiah
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, proyek kelistrikan ini akan ditunda ke tahun-tahun berikutnya. "35,000 MW yang belum financial close yang sudah digeser ke tahun-tahun berikutnya itu sekitar 15.200 MW," ujarnya.
Pada awalnya proyek 15.200 MW tersebut direncanakan selesai pada 2019. Namun, dengan adanya penundaan ini sebagian proyek ditunda hingga ke 2021 bahkan 2026 sesuai dengan kebutuhan kelistrikan nasional.
Penundaan ini juga disebabkan oleh pertumbuhan listrik yang tidak sesuai dengan yang direncanakan. Target ini dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah (ABPN) 2018 sebesar 8 persen sedangkan diprediksi hingga akhir tahun hanya tumbuh maksimal 6 persen.
"Tidak dibatalkan, karena konsumsi listrik, pertumbuhan listrik tahun lalu 7 persen. Triwulan II itu 4,7 persen. Tahun ini estimasi bisa maksimum sekitar 6 persen sedangkan target APBN 8 persen. Makanya digeser banyak proyek," ucapnya.
Editor: Ranto Rajagukguk