Tunggakan Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Tembus Rp15 Triliun

Rully Ramli ยท Minggu, 08 September 2019 - 16:49 WIB
Tunggakan Iuran Peserta Mandiri BPJS Kesehatan Tembus Rp15 Triliun

BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyoroti rendahnya tingkat kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS Kesehatan. Hal ini diduga menjadi penyebab utama defisit BPJS Kesehatan terus membengkak.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wirasakti menyebut, hampir 50 persen peserta mandiri tidak patuh membayar iuran BPJS Kesehatan. Secara spesifik, jumlah peserta mandiri yang aktif membayar iuran hanya 53,7 persen.

"Artinya, 46,3 persen dari peserta mandiri tidak disiplin membayar iuran alias menunggak. Sejak 2016 sampai 2018, besar tunggakan peserta mandiri ini mencapai sekitar Rp15 triliun," ujar dia, Minggu (8/9/2019).

BACA JUGA:

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Menkeu: Negara Selalu Hadir untuk Masyarakat Miskin

Defisit BPJS Kesehatan Bisa Tembus Rp78 Triliun pada 2024

Frans menilai, tingginya angka tunggakan tersebut membuat BPJS Kesehatan pada tahun lalu mencapai Rp9,1 triliun. Bahkan, defisit BPJS tahun ini diprediksi menembus Rp28,5 triliun.

Atas dasar itulah, pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan, terutama untuk peserta mandiri. Selain itu, Kemenkeu juga mendorong agar peserta mandiri lebih disiplin dalam membayar iuran. Salah satunya lewat sanksi.

Frans menjelaskan, aturan mengenai kepesertaan dan kedisiplinan membayar iuran telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 86 tahun 2013. Dalam aturan tersebut tertulis peserta yang melanggar aturan akan dikenakan sanksi administrasi yang terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu teguran tertulis, denda, atau tidak mendapat pelayanan publik tertentu.

"Sanksi tidak mendapat pelayanan publik tertentu itu bukanlah berbicara mengenai suatu usulan baru. Memang hingga saat ini, sanksi berupa tidak mendapat pelayanan publik tertentu itu belum dilaksanakan dengan baik," tutur dia.

Nufransa menambahkan, kedisiplinan peserta dalam membayar iuran ini menjadi penting untuk merealisasikan program pemerintah menuju Universal Health Coverage (UHC). "Disiplin dan aktif membayar iuran merupakan wujud kegotong-royongan dalam mendukung program JKN sebagai sebuah asuransi sosial," ucap dia.


Editor : Rahmat Fiansyah