Wamen ESDM: Kelangkaan LPG 3 Kg Tidak di Semua Daerah
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina (Persero) masih menginvestigasi terkait kebenaran kekurangan pasokan LPG 3 kg di banyak daerah. Sebab, dari pantauan yang ada tidak semua daerah kekurangan pasokan LPG 3 kg.
Tingginya permintaan terhadap LPG 3 kg bersubsidi ini ditengarai akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukkannya. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa LPG 3 kg bersubsidi digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, dan rumah tangga mampu.
"Review memang ada kekurangan pasokan di beberapa daerah tapi tidak di semua daerah secara garis besar," kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (8/12/2017).
Menurut Pertamina stok LPG masih aman dan sesuai rencana di beberapa daerah stoknya sampai 18-20 hari. Bahkan dalam bulan ini Pertamina menambah sampai 20,5 ribu metrik ton (MT) per harinya. Kalau pun ada kekurangan kemungkinan hanya bersifat sementara, seperti yang terjadi di Gorontalo kelangkaan akibat kendala cuaca ekstrem sehingga sulitnya pendistribusian.
"Pasokan hari ke hari yang dilakukan Pertamina tetap sama 20 ribu-20,4 ribu metrik ton per bulannya," ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk melaporkan ke kontak pusat Pertamina jika di daerahnya terjadi kelangkaan pasokan LPG, untuk kemudian segera ditambah pasokannya. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kebutuhan mendekati Natal dan Tahun Baru 2018.
Selain itu, ia juga menegaskan mengenai kuota pasokan yang sudah ditetapkan akan dipenuhi sesuai kebutuhan masyarakat sebanyak 20 ribu MT hingga 20,4 ribu MT. Fluktuasi ini ia yakini Pertamina bisa atasi dengan baik.
"Kita punya rata-rata 20 hari persediaan. Jika lonjakan biasanya hingga O,4 ribu dari 2,4 ribu MT perhari, insya Allah kita tetap mampu mengatasi jika terjadi lonjakan kebutuhan akhir tahun," tuturnya.
Sebelumnya, pada masa libur panjang akhir pekan di awal Desember 2017, telah terjadi peningkatan kebutuhan LPG 3 Kg bersubsidi di wilayah Depok, Bogor, dan sebagian Jakarta. Namun dari pantauan beberapa lokasi operasi pasar sejak Senin 4 Desember 2017 ada beberapa titik yang ternyata sepi peminat.
Salah satunya adalah operasi pasar yang digelar di Paledang, Bogor pada Kamis 7 Desember 2017 yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut sudah tercukupi. Berdasarkan data penyaluran harian LPG 3 kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran LPG 3 kg bersubsidi telah mencapai 5,750 juta MT, atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT. Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran LPG 3 kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut.
Editor: Ranto Rajagukguk