BBM Langka di Bali, Warga Antre Berjam-jam di SPBU Jembrana
JEMBRANA, iNews.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) melanda sejumlah wilayah di Bali dan memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi ini salah satunya terjadi di Kabupaten Jembrana, Selasa (13/10/2026), ketika warga harus mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.
Kelangkaan tidak hanya terjadi pada BBM bersubsidi jenis Pertalite, tetapi juga BBM nonsubsidi seperti Pertamax. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa siang, sedikitnya tiga SPBU di Kota Negara dilaporkan kehabisan stok Pertamax.
Ketiga SPBU tersebut yakni SPBU 54.822.03 di Jalan Ngurah Rai, Kota Negara, SPBU 54.822.16 di kawasan Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Pendem, serta SPBU 54.822.13 di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Pendem.
Antrean kendaraan terlihat mengular hingga ke luar area SPBU sejak Selasa pagi. Kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil pribadi tersebut bahkan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Untuk menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi kericuhan akibat antrean panjang, petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah SPBU.
Seorang warga Tabanan, Ferdi, mengaku kesulitan mendapatkan BBM selama perjalanan menuju Jembrana. Dia baru bisa mengisi bahan bakar setelah tiba di salah satu SPBU di Kota Negara.
"Saya terjebak antrean panjang di SPBU. Kata petugas SPBU pasukannya (BBM) terlambat," katanya.
Kesulitan serupa dialami Riza, warga Medewi, Kecamatan Pekutatan. Dia mengaku kesulitan memperoleh BBM saat hendak mengantar orang tuanya berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
Menurut warga, kelangkaan BBM di Bali mulai dirasakan sejak sepekan terakhir dan semakin parah dalam dua hari belakangan. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, termasuk perjalanan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan keperluan mendesak.
Warga berharap pihak terkait bersama Pertamina segera mengambil langkah untuk memulihkan pasokan BBM, khususnya di Kabupaten Jembrana. Dengan demikian, distribusi bahan bakar diharapkan kembali normal dan masyarakat tidak lagi harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Editor: Suriya Mohamad Said